<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380</id><updated>2011-08-23T10:39:06.970-07:00</updated><category term='bahasan'/><category term='cara muslim'/><category term='Catatan'/><category term='kebesaran Allah'/><category term='akhir jaman'/><category term='ahlus sunah'/><category term='apakah dukun mengetahui perkara gaib?'/><title type='text'>belajar-nyimak-islam</title><subtitle type='html'>Catatan, kutipan2 artikel dr bloger2 yg brmanfaat untuk menambah keimanan, bkan untuk dilebih2kan, semoga rahmat,hikmah d hidayah Allah selalu menyertai.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-4759916294823338041</id><published>2011-04-23T06:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T06:07:13.313-07:00</updated><title type='text'>KEWAJIBAN MENUTUP AURAT (BERJILBAB)</title><content type='html'>Bukan kesiapan hati tapi kewajiban diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan kepada umat manusia menundukkan hawa nafsu. Islam   memerintahkan perempuan menutup auratnya dan bagi laki-laki hendaklah   menundukkan pandangannya. Hal ini dapat dimaklumi karena seluruh tubuh   perempuan itu aurat yang jika terbuka bisa mengundang malapetaka berupa   berbagai jenis pelecehan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;“Dari   ‘Aisyah RA bahwasannya Asma binti Abi Bakar ke tempat Rasulullah dan   dia (Asma) memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah SAW berpaling seraya   bersabda&amp;nbsp;: Hai Asma sesungguhnya apabila perempuan telah dewasa, tidak   menampakkan sesuatu darinya kecuali ini dan ini, sambil Rasulullah   menunjuk muka dan telapak tangan hingga pergelangan tangan.” (HR. Abu   Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Pentingnya menutup aurat, hingga Allah SWT harus   menegaskan lagi dengan  berbagai keterangan seperti, Allah SWT tidak  akan menerima ibadah  seorang perempuan baligh bila tidak menutup  auratnya. Hal ini tercermin  dalam sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah  tidak akan menerima (ibadah)  seorang perempuan hingga menutup auratnya  dan Allah tidak akan menerima  shalat seorang perempuan yang telah cukup  umur hingga berkerudung kepala  (ber-jilbab).” (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  jilbab, barang berharga  yang ada dalam diri perempuan dapat  terlindungi dan dengan jilbab  perempuan menjadi sosok manusia  berwibawa, disegani dan tidak ada orang  berani terang-terangan  menganggunya, kelemahan yang ada pada dirinya  dapat terlindungi dengan  pakaian taqwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;“Hai  Nabi! Katakanlah  kepada isteri-isterimu, anak-anakmu, dan isteri-isteri  orang mu’min  hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh  mereka. Yang  demikian itu supaya mereka mudah dikenal dan tidak  diganggu. Dan Allah  Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang.” (QS. Al-Ahzab:59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan  itu sudah diputuskan  oleh Allah SWT yang mesti dipenuhi oleh segenap  muslimah. Ketaatan  kepada Undang-Undang Allah SWT itu membuktikan  komitmen perempuan  terhadap Islam sebagai satu-satunya agama yang  mereka yakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT.&lt;br /&gt;“Sungguh,  demi Tuhanmu,  mereka beriman sebelum menjadikan kamu hakim dalam segala  perkara yang  mereka perselisihkan dan sesudah itu tidak merasa  keberatan terhadap  keputusan yang kamu ambil, dan mereka sepenuhnya  beriman”. (QS.  An-Nissa:65)&lt;br /&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki mu’min  dan pula bagi  perempuan mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah  menetapkan suatu  ketetapan kewajiban, akan ada bagi mereka pilihan (yang  lain) tentang  urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan  Rasul-Nya maka  sesungguhnya dia telah sesat, (yaitu) kesesatan yang  nyata.” (QS.  AL-Ahzab:36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengatur masalah pakaian ini  dengan  sungguh-sungguh dan  tidak setengah-tengah karena pakaian bagi perempuan  besar pengaruhnya.  Jilbab itulah pakaian Islami, menyimpang dari  ketentuan itu tidaklah  dikatakan pakaian Islami, karena banyak yang  berpakaian yang  mengatasnamakan Islam, tetapi dalam pandangan Allah SWT  telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“Tidak sedikit yang berpakaian di dunia, telanjang di akhiratnya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Kenyataannya,   masih banyak perempuan yang mangaku Islam tetapi berperilaku yang   mencerminkan Islam. Di sekolah-sekolah, perkantoran, di jalan-jalan, dan   di tempat-tempat lainnya banyak kita temukan. Hal tersebut bukan saja   mencemarkan nama baik Islam juga hal tersebut mengundang adzab Allah   SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“Siapa saja dari perempuan yang   melepaskan (membuka) pakaian selain di rumahnya, maka Allah pasti   merobek tirai kehormatan dari padanya.” (HR.Ahmad dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena   dari perilaku-perilaku itulah timbul berbagai pelanggaran lainnya   seperti pergaulan bebas, menjamurnya prostitusi, dan lain-lain.   Perempuan semacam itu jangankan masuk surga, mencium baunya pun tidak   akan merasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada dua golongan dari ahli neraka yang belum   pernah saya lihat yaitu, kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang   mereka pakai buat memukul orang dan perempuan yang berpakaian tapi   telanjang yang cenderung kepada perbuatan maksiat dan mencenderungkan   orang lain kepada perbuatan maksiat. Rambutnya sebesar punuk unta.   Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium wangi surga   padahal wangi surga itu tercium sejauh perjalanan demikian dan   demikian.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&amp;nbsp; http://gadisberjilbab.tumblr.com/post/4311270202/kewajiban-menutup-aurat-berjilbab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-4759916294823338041?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/4759916294823338041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=4759916294823338041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/4759916294823338041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/4759916294823338041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2011/04/kewajiban-menutup-aurat-berjilbab.html' title='KEWAJIBAN MENUTUP AURAT (BERJILBAB)'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-9105054073780016256</id><published>2011-04-23T05:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T05:44:28.501-07:00</updated><title type='text'>Ghibah (Gosip), Jenis, Bentuk dan Hukum Ghibah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Ghibah (Gosip), Jenis, Bentuk dan Hukum Ghibah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; “Dan janganlah sebagian  kalian  meng-ghibbah sebagian yang lainnya, sukakah kalian jika nanti (di  hari  Kiamat) memakan daging bangkai saudara kalian tersebut, pasti  (saat itu  kelak) kalian akan merasa sangat jijik…” (QS 49/12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi GHIBAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Bahasa&lt;/strong&gt;:  Merupakan  musytaq dari al-ghib, artinya lawan dari nampak, yaitu  segala sesuatu  yang tidak diketahui bagi manusia baik yang bersumber  dari hati atau  bukan dari hati. Maka ghibah menurut bahasa ialah:  Membicarakan orang  lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu  disenanginya  ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Secara &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;strong&gt;Definisi&lt;/strong&gt;:  Seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim  tanpa  sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak   disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun   sindiran. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa nabi SAW pada suatu   hari bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para   sahabat : ALLAH dan rasul-NYA yang lebih mengetahui. Maka kata nabi SAW:   Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata   para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal   yang dibicarakan itu? Jawab nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan   benar-benar ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa   yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan   atasnya. (HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BENTUK-BENTUK  SERTA JENIS-JENIS GHIBAH&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aib dalam Agama. Seperti  kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu  fasiq, atau fajir (suka berbuat  dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan  shalat, meremehkan terhadap  najis, tidak bersih kalau bersuci, tidak  memberikan zakat pada yang  semestinya, suka meng-ghibah, dan  sebagainya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Aib  Fisik.  Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buta, tuli,  bisu,  lidahnya pelat/cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut, ceking,  dan  sebagainya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aib  Duniawi: Seperti kata-katamu pada sesama  muslim: Dia itu kurang ajar,  suka meremehkan orang lain, tukang makan,  tukang tidur, banyak omong,  sering tidur bukan pada waktunya, duduk  bukan pada tempatnya, dan  sebagainya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aib Keluarganya.  Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu bapaknya fasik, Cina,  tukang batu, dan lain-lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Aib Karakter. Seperti  kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buruk  akhlaqnya, sombong,  pendiam, terburu-buru, lemah, lemah hatinya,  sembrono, dan lain-lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aib Pakaian. Kedodoran bajunya, kepanjangan, ketat, melewati  mata kaki, kucel/dekil, dan sebagainya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ghibah dikalangan  Ulama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim:  Bagaimana sih kabarnya?  (dengan maksud meremehkan), semoga ALLAH  memperbaikinya, semoga ALLAH  mengampuninya, kita memohon ‘afiah dari  ALLAH, semoga ALLAH memaafkan  kita karena kurang rasa malu, dan  sebagainya semua kata dan doa yang  maksudnya mengecilkan kedudukan  orang lain.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Prasangka Buruk  Tanpa Alasan. Prasangka buruk merupakan ghibah hati.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.  Mendengar Ghibah. Tanpa mengingkari/menegur, dan tidak meninggalkan  majlis tersebut.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HUKUM GHIBAH DALAM ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah hukumnya haram dalam syariat Islam berdasarkan ijma’ kaum   muslimin karena dalil-dalil yang jelas dan tegas baik dalam kitab maupun   sunnah, diantaranya:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersabda nabi SAW saat hajji wada’:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hari apakah ini?!” Jawab semua manusia yang hadir ketika itu:  Hari  Arafah ya rasuluLLAH.. Tanya nabi SAW lagi: “Di tanah apakah ini?!”   Jawab manusia yang hadir: Di tanah haram ya rasuluLLAH… Tanya nabi SAW   lagi: “Bulan apakah ini?!” Jawab manusia lagi: Bulan haram ya   rasuluLLAH… Maka kata nabi SAW: “Sesungguhnya darah-darah kalian,   harta-harta kalian, kehormatan-kehormatan kalian haram hukumnya atas   kalian, sama seperti haramnya hari ini, di tanah ini dan di bulan ini   !!! Apakah sudah aku sampaikan pada kalian?!” Maka jawab manusia yang   hadir: Sudah wahai rasuluLLAH.. Maka kata nabi SAW lagi: “Ya ALLAH   saksikanlah sudah aku sampaikan…” (HR Bukhari 1/145-146, Muslim 1679)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersabda nabi SAW:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang membela  kehormatan saudaranya sesama muslim, maka  ALLAH SWT akan membelanya dari  neraka kelak di hari Kiamat.” (HR  Tirmidzi 1932, Ahmad 6/450)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersabda nabi SAW:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika aku dimi’rajkan aku melihat ada 1  kaum yang memiliki kuku-kuku  panjang dari tembaga, sedang mencakari  muka-muka dan dada-dada mereka  sendiri. Maka aku bertanya pada Jibril:  Siapa mereka ini? Jawab Jibril:  Mereka adalah orang-orang yang suka  memakan daging manusia dengan  merusak kehormatan mereka.” (HR Abu Daud  4878 dan Ahmad 3/224)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nabi SAW berdiri untuk shalat, lalu  beliau SAW bertanya:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimana Malik bin Dukhsyum?” Maka ada yang  menjawab: Ia sudah munafik  wahai rasuluLLAH, tidak lagi mencintai ALLAH  dan rasul-NYA. Maka jawab  nabi SAW: “Jangan sekali-kali kamu berani  berkata begitu! Tidakkah kamu  lihat ia mengucapkan Lailaha ilaLLAH  karena mengharap keridhaan-NYA?!  Sungguh ALLAH SWT telah mengharamkan  neraka bagi orang yang mengucapkan  La ilaha illaLLAH karena mengharapkan  keridhaan-NYA.” (HR Bukhari  3/49-50, Muslim 1/455)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bersabda  nabi SAW:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Muslim dengan muslim lainnya itu bersaudara, tidak  boleh  mengkhianati, mendustakan dan menghina. Setiap muslim dengan  muslim  lainnya haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini!  (sambil  nabi SAW menunjuk pada dadanya) Cukup disebut seorang itu jahat  jika  ia mencaci saudaranya sesama muslim.” (HR Muslim 2564)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.  Bersabda nabi SAW pada Aisyah ra ketika Aisyah ra berkata tentang  Shafiyyah ra:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cukup bagi anda Shafiyyah yang begitu?  (maksudnya pendek  badannya). Maka jawab nabi SAW: “Sungguh engkau sudah  mengucapkan 1  kata yang seandainya dicampur dengan air lautan maka  niscaya akan  berubah lautan itu karenanya.” (HR abu Daud 4875, Tirmidzi  2504-2505,  Ahmad 6/189).&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga berkata Imam Nawawi  rahimahuLLAH:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara peringatan yang paling hebat tentang  akibat ghibbah adalah  hadits ini dan aku tidak pernah menemukan hadits  yang lebih keras  peringatannya tentang masalah ini selain hadits ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.dakdem.com/bengkel-hati/18-ilmu-islami/359-ghibah-gosip-jenis-bentuk-dan-hukum-ghibah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-9105054073780016256?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/9105054073780016256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=9105054073780016256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/9105054073780016256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/9105054073780016256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2011/04/ghibah-gosip-jenis-bentuk-dan-hukum.html' title='Ghibah (Gosip), Jenis, Bentuk dan Hukum Ghibah'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-7601751573861205139</id><published>2011-03-19T06:48:00.000-07:00</published><updated>2011-03-19T06:48:07.811-07:00</updated><title type='text'>TERORISME DALAM PANDANGAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/logo-mta-kecil.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="logo-mta-kecil" class="alignleft size-full wp-image-1100" height="150" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/logo-mta-kecil.jpg" title="logo-mta-kecil" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Brosur Ahad Pagi MTA, 23 Agustus 2009 | 02 Ramadhan 1430&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita membahas tentang terorisme menurut pandangan agama  Islam, terlebih dahulu marilah kita pahami tentang pengertian terorisme.&lt;span id="more-1102"&gt;&lt;/span&gt;Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, artinya :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Terorisme : &lt;/strong&gt;Adalah Penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan, dalam usaha mencapai suatu tujuan (terutama tujuan politik).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teroris : &lt;/strong&gt;Adalah orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut (biasanya untuk tujuan politik).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Teror : &lt;/strong&gt;Adalah perbuatan sewenang-wenang, kejam, bengis, dalam usaha menciptakan ketakutan, kengerian oleh seseorang atau golongan.&lt;br /&gt;Selanjutnya mari kita cermati dan kita tela’ah kembali ajaran Islam,  agama yang diridlai Allah SWT, sebagai petunjuk bagi manusia dalam  mencapai kebahagiaan hidupnya di dunia yang sedang kita jalani sekarang  ini, maupun kebahagiaan hidup yang haqiqi di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Allah SWT mengutus nabi Muhammad SAW dengan membawa agama Islam di  tengah-tengah manusia ini sebagai rahmat, dan merupakan suatu kenikmatan  yang besar bagi manusia bukan suatu mushibah yang membawa malapetaka.  Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/1-qs-anbiyaa-7.jpg"&gt;&lt;img alt="1-qs-anbiyaa-7" class="size-full wp-image-1072 aligncenter" height="49" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/1-qs-anbiyaa-7.jpg" title="1-qs-anbiyaa-7" width="365" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam&lt;/em&gt;. [QS. Al-Anbiyaa' : 107]&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/2-qs-saba-28.jpg"&gt;&lt;img alt="2-qs-saba-28" class="size-full wp-image-1073 aligncenter" height="98" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/2-qs-saba-28.jpg" title="2-qs-saba-28" width="472" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada ummat manusia  seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi  peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui&lt;/em&gt;. [QS. Saba' : 28]&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/3-qs-maidah-15-16.jpg"&gt;&lt;img alt="3-qs-maidah-15-16" class="size-full wp-image-1075 aligncenter" height="143" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/3-qs-maidah-15-16.jpg" title="3-qs-maidah-15-16" width="477" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab  yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang  mengikuti keridlaan-Nya ke jalan keselamatan dan (dengan kitab itu pula)  Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap-gulita kepada cahaya yang  terang benderang dengan seidzin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang  lurus&lt;/em&gt;. [QS. Al-Maaidah : 15-16]&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/4-qs-imran-164.jpg"&gt;&lt;img alt="4-qs-imran-164" class="size-full wp-image-1076 aligncenter" height="145" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/4-qs-imran-164.jpg" title="4-qs-imran-164" width="477" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Sungguh Allah telah memberi kenikmatan kepada orang-orang mukmin  ketika Allah mengutus di kalangan mereka seorang rasul dari golongan  mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah  membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan  Al-Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka  benar-benar dalam kesesatan yang nyata&lt;/em&gt;. [QS. Ali Imran : 164]&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat tersebut dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lain,  menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW dan Islam yang diserukannya,  benar-benar membawa rahmat di alam semesta ini, dan mengeluarkan manusia  dari gelap-gulita (tanpa mengetahui tujuan hidup), ke alam yang  terang-benderang, sehingga mengetahui jalan yang lurus yang membebaskan  dirinya dari kesesatan menuju jalan yang menyelamatkan hidupnya di dunia  dan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Bahkan sebelum Nabi menyerukan Islam, manusia selalu dalam kekacauan  dan permusuhan, sebagaimana peringatan Allah dalam surat Ali Imran : 103&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/5-qs-imran-103.jpg"&gt;&lt;img alt="5-qs-imran-103" class="size-full wp-image-1077 aligncenter" height="101" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/5-qs-imran-103.jpg" title="5-qs-imran-103" width="479" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu, ketika kamu dahulu (masa  jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu  menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara …&lt;/em&gt; [QS. Ali Imran 103]&lt;br /&gt;Oleh karena itu seharusnyalah manusia bersyukur kepada Allah atas  diutusnya Nabi Muhammad SAW membawa dinul Islam ini. Karena hanya dengan  Islamlah manusia di dunia ini dapat hidup rukun, damai dan saling  menebarkan kasih sayang. Dengan mengabaikan Islam, maka dunia akan  kacau-balau, terorisme timbul di mana-mana seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Agama Islam yang suci ini dibawa oleh Rasulullah yang mempunyai  kepribadian yang suci pula, serta memiliki akhlaqul karimah dan  sifat-sifat yang terpuji, sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat  Al-Qur’an dan hadits Nabi, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/6-qs-imran-159.jpg"&gt;&lt;img alt="6-qs-imran-159" class="size-full wp-image-1078 aligncenter" height="99" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/6-qs-imran-159.jpg" title="6-qs-imran-159" width="472" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah-lembut  terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,  tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu&lt;/em&gt;. [QS. Ali Imran : 159]&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/7-qs-taubah-128.jpg"&gt;&lt;img alt="7-qs-taubah-128" class="size-full wp-image-1079 aligncenter" height="97" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/7-qs-taubah-128.jpg" title="7-qs-taubah-128" width="477" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu  sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan  (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang  terhadap orang-orang mukmin&lt;/em&gt;. [QS. At-Taubah : 128]&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki sifat  lemah-lembut serta hati beliau terasa amat berat atas penderitaan yang  menimpa pada manusia, maka beliau berusaha keras untuk membebaskan dan  mengangkat penderitaan yang dirasakan oleh manusia tersebut.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/8-muslim-juz4-2003.jpg"&gt;&lt;img alt="8-muslim-juz4-2003" class="size-full wp-image-1080 aligncenter" height="149" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/8-muslim-juz4-2003.jpg" title="8-muslim-juz4-2003" width="476" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dari ‘Aisyah istri Nabi SAW, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,  “Hai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang dan senang kepada  kasih sayang, dan Dia memberi (kebaikan) pada kasih sayang itu apa-apa  yang Dia tidak berikan kepada kekerasan, dan tidak pula Dia berikan  kepada apapun selainnya”&lt;/em&gt;. [HR. Muslim juz 4, hal. 2003&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/9-ahmad-juz7-410.jpg"&gt;&lt;img alt="9-ahmad-juz7-410" class="size-full wp-image-1081 aligncenter" height="102" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/9-ahmad-juz7-410.jpg" title="9-ahmad-juz7-410" width="484" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran  Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik  akhlaqnya&lt;/em&gt;. [HR. Ahmad juz 7, hal. 410, no. 20874]&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/10-thabrani-juz2-306.jpg"&gt;&lt;img alt="10-thabrani-juz2-306" class="size-full wp-image-1082 aligncenter" height="89" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/10-thabrani-juz2-306.jpg" title="10-thabrani-juz2-306" width="473" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dan apabila Allah mencintai kepada seorang hamba, Allah  memberinya kasih sayang (kelemah-lembutan). Dan tidaklah suatu keluarga  yang terhalang dari kasih sayang, melainkan mereka terhalang pula dari  kebaikan&lt;/em&gt;. [HR. Thabrani dalam Al-Kabiir juz 2, hal. 306, no. 2274]&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa ada seorang ‘Arab gunung kencing  di masjid, lalu orang-orang marah, dan akan memukul sebagai hukuman.  Kemudian melihat kemarahan para shahabat tersebut, beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/11-bukhari-juz1-61.jpg"&gt;&lt;img alt="11-bukhari-juz1-61" class="size-full wp-image-1083 aligncenter" height="104" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/11-bukhari-juz1-61.jpg" title="11-bukhari-juz1-61" width="481" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Biarkanlah dia, dan siramlah pada bekas kencingnya itu seember  atau setimba air, karena sesungguhnya kamu sekalian diutus untuk memberi  kemudahan bukan diutus untuk membuat kesukaran/kesusahan&lt;/em&gt;. [HR. Bukhari juz 1, hal. 61]&lt;br /&gt;Dalam sabdanya yang lain :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/12-bukhari-juz1-25.jpg"&gt;&lt;img alt="12-bukhari-juz1-25" class="size-full wp-image-1084 aligncenter" height="90" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/12-bukhari-juz1-25.jpg" title="12-bukhari-juz1-25" width="481" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Permudahlah dan jangan  mempersulit. Dan gembirakanlah dan jangan kalian membuat manusia lari”&lt;/em&gt;. [HR. Bukhari, juz 1, hal. 25 ]&lt;br /&gt;Setelah kita cermati kembali tentang dinul Islam sekaligus peribadi  Rasulullah SAW yang diamanati oleh Allah SWT untuk menyebarkan dinul  Islam ke seluruh ummat manusia, maka jelas sekali bahwa terorisme sama  sekali tidak dikenal, bahkan bertolak belakang dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;Terorisme dengan menggunakan kekerasan, kekejaman serta kebengisan  dan cara-cara lain untuk menimbulkan rasa takut dan ngeri pada manusia  untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;Sedangkan Islam dengan lemah-lembut, santun, membawa khabar gembira  tidak menjadikan manusia takut dan lari, serta membawa kepada kemudahan,  tidak menimbulkan kesusahan, dan tidak ada paksaan.&lt;br /&gt;Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa dalam peperangan pun Nabi SAW berpesan kepada para shahabat, sabda beliau :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/13-muslim-juz3-1372.jpg"&gt;&lt;img alt="13-muslim-juz3-1372" class="size-full wp-image-1085 aligncenter" height="140" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/13-muslim-juz3-1372.jpg" title="13-muslim-juz3-1372" width="478" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Hai manusia, janganlah kamu menginginkan bertemu dengan musuh,  dan mohonlah kepada Allah agar kalian terlepas dari marabahaya. Apabila  kalian bertemu dengan musuh, maka bershabarlah dalam menghadapi mereka,  dan ketahuilah bahwasanya surga itu dibawah bayangan pedang”&lt;/em&gt;. [HR. Muslim juz 3, hal. 1372&lt;br /&gt;Pesan Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa kasih sayang beliau  terhadap jiwa manusia, sekalipun dalam peperangan sedapat mungkin  menghindari bertemu musuh agar tidak terjadi marabahaya. Namun kalau  terpaksa bertemu dengan musuh, jangan takut dan jangan dihadapi dengan  hawa nafsu yang melampaui batas, tetapi hendaklah dihadapi dengan shabar  dan tabah, karena surga di bawah bayangan pedang.&lt;br /&gt;Memang kedua hal tersebut mempunyai tujuan yang berbeda. Terorisme  biasanya digunakan untuk tujuan politik, kekuasaan, sedangkan Islam  bertujuan untuk menuntun manusia dalam mencapai kebahagiaan hidupnya  dengan dilandasi rasa kasih sayang hanya semata-mata mengharap ridla  Allah SWT.&lt;br /&gt;Oleh karena itu rasanya tidak berlebihan kalau ada orang yang  mengatakan bahwa "politik itu kotor", karena dalam mencapai tujuannya  dengan menghalalkan segala cara, sekalipun dengan terorisme. Dengan  demikian bagi seorang muslim haram hukumnya mendukung, mengikuti alur  politik yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan politiknya.&lt;br /&gt;Yang demikian itu bukan berarti orang Islam tidak boleh berpolitik,  tidak boleh meraih kekuasaan. Boleh berpolitik, tetapi tidak boleh  keluar dari bingkai Islam, dengan tujuan untuk kejayaan Islam dengan  mengharap ridla Allah semata-mata.&lt;br /&gt;Dalam mencapai kesuksesan cita-cita harokahnya, Rasulullah melalui  cara-cara yang ditunjukkan oleh Allah serta berusaha memenuhi  persyaratan untuk memperoleh janji Allah, karena janji Allah pasti tepat  dan tidak perlu diragukan.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW membina kekuatan dari bawah, sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/14-qs-ibrahim-24-26.jpg"&gt;&lt;img alt="14-qs-ibrahim-24-26" class="size-full wp-image-1086 aligncenter" height="244" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/14-qs-ibrahim-24-26.jpg" title="14-qs-ibrahim-24-26" width="485" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan  kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya  menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim  dengan idzin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk  manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat-kalimat yang  buruk seperti pohon yang buruk yang telah dicabut dengan akar-akarnya  dari permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun&lt;/em&gt;. [QS. Ibrahim : 24-26]&lt;br /&gt;Rasulullah membina dasar tauhid pada ummat manusia &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;+&lt;/span&gt;  10 tahun di Makkah dengan penuh tantangan, tindak kekejaman dan  terorisme dilakukan oleh orang-orang musyrikin dan kafirin Makkah  terhadap Nabi dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;Namun teror-teror yang dilakukan oleh mereka tidak menjadikan kaum  muslimin takut, malah makin bertambah kuat dan mendorong lebih dekat dan  berserah diri (tawakkal) kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;Dalam suatu peristiwa, orang kafir melakukan teror dengan ucapan :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/15-qs-imran-173.jpg"&gt;&lt;img alt="15-qs-imran-173" class="size-full wp-image-1087 aligncenter" height="109" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/15-qs-imran-173.jpg" title="15-qs-imran-173" width="479" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang  kamu, karena itu takutlah kepada mereka. Maka perkataan itu menambah  keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi penolong  kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung”&lt;/em&gt;. [QS. Ali Imran : 173]&lt;br /&gt;Itulah buah tauhid yang kuat, bagaikan pohon yang baik, tidak akan tumbang walaupun dihempas badai topan yang dahsyat.&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan pohon-pohon yang baik seperti itu perlu menanam dan  memelihara dengan sungguh-sungguh, bekerja keras dan ikhlash,  semata-mata karena Allah, tidak mudah tergiur dengan tipudaya dunia yang  dapat membelokkan cita-cita yang mulia.&lt;br /&gt;Oleh karena itu ketika Rasulullah mendapat tawaran materi, bahkan  akan diangkat menjadi raja (penguasa) di negeri itu asalkan beliau mau  berhenti dari dakwahnya, dengan tegas beliau menjawab, &lt;em&gt;“Andaikata  kamu dapat menaruh bulan dan matahari di kedua tanganku, aku tidak akan  berhenti berdakwah, sehingga agama Allah ini menjadi terang (menjadi  kehidupan manusia) atau aku mati karena membelanya”&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Dengan kuat beliau menanamkan kepada ummatnya akan janji Allah.&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/16-qs-nur-55.jpg"&gt;&lt;img alt="16-qs-nur-55" class="size-full wp-image-1088 aligncenter" height="237" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/16-qs-nur-55.jpg" title="16-qs-nur-55" width="489" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara  kamu dan mengerjakan amal-amal shaleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan  menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan  orang-orang sebelum mereka berkuasa dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi  mereka agama yang telah diridlai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar  akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan,  menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak  mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa (tetap) kafir  sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq&lt;/em&gt;. [QS. An-Nuur : 55]&lt;br /&gt;Penekanan pada akhir ayat tersebut perlu mendapat perhatian bagi kita  semua, terutama para politikus muslim, “Barangsiapa tetap kafir sesudh  janji itu”, maksudnya : Dengan memilih cara lain dalam mencapai  tujuannya dan meninggalkan jalan yang dijanjikan oleh Allah, yakni  dengan memperkokoh iman serta memperbanyak amal shaleh, maka mereka  itulah orang-orang yang fasiq.&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/17-qs-taubah-24.jpg"&gt;&lt;img alt="17-qs-taubah-24" class="size-full wp-image-1089 aligncenter" height="54" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/17-qs-taubah-24.jpg" title="17-qs-taubah-24" width="486" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Dan Allah tidak menunjuki orang-orang yang fasiq&lt;/em&gt;. [QS. At-Taubah : 24]&lt;br /&gt;Kaum politisi yang ada sekarang sekalipun muslim, pada umumnya tidak  mengikuti petunjuk-petunjuk Allah dan praktek yang dilakukan oleh  Rasulullah SAW. Mereka berjuang hanya untuk memperoleh kursi  (kedudukan).&lt;br /&gt;Maka tidak ada kegiatan dakwah untuk membina ummat secara serius agar  mempunyai landasan dasar tauhid yang kuat seperti pohon yang baik  sebagaimana yang digambarkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;Da’i kaum politisi aktif berdakwah menyelenggarakan  pengajian-pengajian dan kegiatan-kegiatan keagamaan hanya ketika  menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) untuk meraih simpati dari masyarakat,  dan setelah selesai Pemilu selesai pulalah kegiatan-kegiatan tersebut.  Sudah tidak lagi ada pengajian-pengajian, aktifitas-aktifitas  sebagaimana sebelum terselenggaranya Pemilu.&lt;br /&gt;Maka hasilnya seperti pohon yang jelek, akarnya rapuh, tidak memiliki  daya tahan. Jangankan dengan hempasan badai topan yang besar, dengan  angin sepoi-sepoi saja cukup dapat menumbangkan pohon tersebut, dan  terangkat seakar-akarnya sehingga tidak lagi dapat tegak berdiri.  Keadaan yang demikian itu, maka tidak perlu tawaran kursi raja  sebagaimana yang ditawarkan kepada Nabi, melainkan dengan kursi RT pun  sudah cukup dapat merontokkan tujuan dakwah yang sangat mulia.&lt;br /&gt;Dengan alasan kesibukan tugasnya sebagai RT sudah tidak ada waktu  lagi (tidak ada tempat) untuk membina ummat, berdakwah, menyelenggarakan  pengajian dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang lain guna memperbaiki  aqidah dan pengamalan agamanya dalam kehidupan sehari-hari,&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/18-naudhubillah.jpg"&gt;&lt;img alt="18-naudhubillah" class="size-full wp-image-1090 aligncenter" height="55" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/18-naudhubillah.jpg" title="18-naudhubillah" width="488" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian)&lt;/div&gt;Kalau demikian keadaannya, apa yang kita harapkan dari kaum politisi  untuk Islam ini ? Politikus Islam pun kadang lepas dari kendali agama,  dengan entengnya menghina, merendahkan, bahkan memfitnah untuk  menjatuhkan sesama muslim, hanya karena berbeda aspirasi politiknya,  bahkan sampai menghalalkan darahnya.&lt;br /&gt;Keadaan yang demikian, akibatnya ukhuwah Islamiyah rusak, timbul  saling dengki-mendengki, benci-membenci sehingga ummat Islam menjadi  lumpuh tidak berdaya, sekalipun jumlahnya besar. Padahal Allah SWT telah  memperingatkan :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/19-qs-hujurat-11.jpg"&gt;&lt;img alt="19-qs-hujurat-11" class="size-full wp-image-1091 aligncenter" height="101" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/19-qs-hujurat-11.jpg" title="19-qs-hujurat-11" width="479" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum (golongan)  memperolok-olok kaum (golongan) yang lain (karena) boleh jadi mereka  (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olok)&lt;/em&gt;. [QS. Al-Hujuraat : 11]&lt;br /&gt;Nabi SAW telah memperingatkan juga bahwa sesama muslim adalah saudara  dan haram darahnya, haram kehormatannya dan haram hartanya. Namun itu  semua tidak diindahkan.&lt;br /&gt;Memperhatikan praktek-praktek yang ada, rasanya tidak tampak partai  yang memperjuangkan Islam di negeri ini, bahkan terjebak dalam  pertikaian, terorisme, saling menjatuhkan untuk mencapai tujuan, baik  partai yang beridentitas Islam maupun yang tidak beridentitas Islam,  hampir tidak ada bedanya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu melalui kesempatan ini semoga dapat menjadi jembatan,  menyadarkan para politikus muslim, hendaklah mempererat persaudaraan  sesama muslim, walaupun berbeda partai, tetapi tetap membawa misi yang  sama :&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/20-kejayaan-islam.jpg"&gt;&lt;img alt="20-kejayaan-islam" class="size-full wp-image-1092 aligncenter" height="57" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/20-kejayaan-islam.jpg" title="20-kejayaan-islam" width="475" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;(&lt;em&gt;kejayaan Islam dan muslimin&lt;/em&gt;)&lt;/div&gt;dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk Allah dan praktek Rasulullah  dalam menggalang ummat, serta menghindari terorisme dalam mencapai  tujuan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, jelas dan teranglah bahwa Terorisme dalam pandangan  agama Islam tidak dibenarkan, dan jauh dari tuntunan Islam. Semoga  bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;div dir="rtl" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/21-doa-arinalhakko2.jpg"&gt;&lt;img alt="21-doa-arinalhakko2" class="size-full wp-image-1093 aligncenter" height="194" src="http://mta-online.com/v2/wp-content/uploads/2009/08/21-doa-arinalhakko2.jpg" title="21-doa-arinalhakko2" width="486" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;~oO[ A]Oo~&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://mta-online.com/v2/2009/08/22/terorisme-dalam-pandangan-islam/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-7601751573861205139?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/7601751573861205139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=7601751573861205139' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/7601751573861205139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/7601751573861205139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2011/03/terorisme-dalam-pandangan-islam.html' title='TERORISME DALAM PANDANGAN ISLAM'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-4201198356443079816</id><published>2010-11-25T17:05:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T17:05:51.968-08:00</updated><title type='text'>Terlalu Banyak Canda Tawa, Cermin Kebobrokan Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudariku muslimah, ketahuilah bahwa menghiasi diri dengan keindahan ilmu berupa bagusnya budi pekerti, akhlak yang baik, selalu bersikap tenang, berwibawa, khusyu`, tawadhu`, tidak tergesa-gesa dan senantiasa bersikap istiqomah secara lahir maupun batin, serta tidak melakukan segala yang bisa merusaknya adalah suatu perkara yang sangat penting, bahkan tidak kalah pentingnya daripada belajar ilmu-ilmu aqidah, ilmu hadits dan selainnya. Imam Ibnu Sirrin berkata, ”Dulu para ulama mempelajari budi pekerti sebagaimana mereka mempelajari ilmu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka hendaknya seorang penuntut ilmu memberikan perhatiannya pada perbaikan akhlak sebagaimana perhatiannya pada ilmu. Karena hal inilah yang sering sekali terlupakan. Bahwa seseorang tersibukkan dengan ilmu, namun lupa akan kewajibannya dalam memperbaiki akhlak. Tidaklah cukup kebaikan agama tanpa kebaikan akhlak. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah bahwa&lt;i&gt; “Kaum mukminin yang paling sempurna imannya adalah yang paling bagus akhlaknya di antara mereka&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt; (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Hibban)&lt;span id="more-133"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Sebab Kerasnya Hati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya kerasnya hati disebabkan oleh empat perkara apabila dilakukan melebihi kadar yang dibutuhkan, yaitu makan, tidur, berbicara, dan bergaul. Demikian pula halnya dengan banyaknya bercanda dan tertawa. Dari Abu Hurairah &lt;i&gt;radhiyallahu `anhu&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu`alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, yang artinya, &lt;i&gt;”Janganlah banyak tertawa, sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati”&lt;/i&gt; (HR. Ibnu Majah). Dan cukuplah disebut dengan keburukan akhlak jika ia menghiasi akhlaknya dengan hal-hal yang dapat merusak hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Raja` bin Haiwah berkata kepada seseorang, ”Sampaikanlah kepadaku sebuah hadits, tapi jangan sampaikan hadits dari riwayat orang yang berpura-pura mati, juga jangan dari orang yang suka mencela.” Kedua riwayat ini diceritakan oleh Al-Khatib dalam kitab Al-Jami`, lalu beliau berkata, ”Wajib bagi para penuntut ilmu hadits untuk menghindari suka bermain,&amp;nbsp; berbuat yang sia-sia, dan bersikap rendah dalam majelis ilmu, seperti tertawa terbahak-bahak, banyak membuat lelucon, senantiasa bersenda gurau. Senda gurau itu hanya diperbolehkan kalau dilakukan hanya kadang-kadang saja, asal tidak sampai melanggar adab dan sopan santun dalam menuntut ilmu. Adapun kalau dilakukan secara terus menerus, mengucapkan ucapan kotor dan jorok serta yang bisa menyakitkan hati, semua itu adalah perbuatan tercela. Sebab banyak senda gurau dan tertawa akan menghilangkan kewibawaan dan harga diri”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah pepatah, ”Barangsiapa yang banyak melakukan sesuatu, maka dia akan dikenal dengannya.” Maka, jauhilah segala perusak ilmu ini baik dalam majelis maupun dalam semua pembicaraanmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Senanglah Beruzlah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hendaknya seorang penuntut ilmu berhati-hati pula dari menyibukkan diri dengan manusia, karena sesungguhnya hal itu akan melalaikan banyak manfaat dan waktu yang berharga, serta akan menghilangkan keindahan dan cahaya ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Humaydi berkata, &lt;i&gt;“Pertemuan dengan manusia tak akan mendatangkan fa&lt;/i&gt;&lt;i&gt;i&lt;/i&gt;&lt;i&gt;dah apa-apa, Kecuali hanya menambah pembicaraan yang tak tertat&lt;/i&gt;&lt;i&gt;a. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Kurangilah intensitas bertemu dengan mereka &lt;/i&gt;&lt;i&gt;s&lt;/i&gt;&lt;i&gt;elain untuk menuntut ilmu atau melakukan kebaikan.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudariku para penuntut ilmu, maka senanglah ber&lt;i&gt;uzlah&lt;/i&gt;, janganlah kau rusak hatimu dengan terlalu banyaknya engkau berbaur dengan sahabat-sahabatmu, dengan banyaknya engkau melempar candaan dan perkataan-perkataan yang tidak berguna, karena itu akan mengeraskan hatimu, menyebabkanmu lalai tanpa engkau sadari dan kemudian berkuranglah semangatmu dalam menuntut ilmu. Engkau lupa dengan &lt;i&gt;dzikrullah&lt;/i&gt;, engkau juga akan sulit memperoleh kekhusyukan dalam sholatmu, karena sesungguhnya dasar dari kekhusyukan adalah kelembutan hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam &lt;i&gt;Shaidul Kathir&lt;/i&gt;, Ibnu al-Jauzi telah menuliskan tiga pasal, yang ringkasnya demikian, ”Saya tidak melihat dan mendengar manfaat yang lebih besar daripada &lt;i&gt;uzlah&lt;/i&gt;, karena &lt;i&gt;uzlah&lt;/i&gt; adalah sebuah ketenangan, sebuah keagungan, sebuah kemuliaan, sebuah tindakan untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kejahatan, sebuah kiat untuk menjaga kehormatan dan waktu, sebuah cara untuk menjaga usia, sebuah jalan untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang mendengki, sebuah perenungan tentang akhirat, sebuah persiapan untuk bertemu Allah, sebuah pemutusan jiwa raga untuk melakukan ketaatan, sebuah pemberdayaan nalar terhadap hal-hal yang bermanfaat, dan sebuah eksplorasi terhadap nilai dan hukum dari dalil-dalil yang ada.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Penyakit hati itu tersembunyi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saudariku, ketahuilah bahwa meremehkan masalah hati mengakibatkan kebinasaan, maka hindarilah segala perkara yang dapat mengeraskan atau mematikan hati kita. Ketahuilah pula bahwa penyakit hati itu tersembunyi, ia tidaklah tampak. Terkadang orang yang terkena penyakit ini &amp;nbsp;tidak mengetahuinya..maka seringkali ia lalai darinya. Jika ia mengetahuinya, ia akan kesulitan untuk bisa bersabar menahan pahitnya obat, karena obat penyakit hati adalah menyelisihi hawa nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka waspadalah terhadap segala perkara yang dapat memalingkan hati kita dari ketaatan, sekecil apapun itu. Jangan sampai kita datang ke majelis-majelis ta`lim, tapi sebenarnya hati kita tidaklah hadir tanpa kita sadari karena hati kita telah terkikis kelembutannya. Kita mendengarkan &lt;i&gt;kalamullah&lt;/i&gt;, namun jiwa kita tidak juga tergetar, hati kita tidak luluh, tidak pula tunduk apalagi menangis… sedangkan perlu diketahui bahwa akal manusia untuk dapat memahami itu ada di dalam hatinya (&lt;i&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/i&gt; QS.Al-Ankabut:49). Lalu bagaimanakah jika hati itu telah mengeras??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Takutlah dengan firman Allah yang artinya, “Ketika mereka melenceng, maka Allah lencengkan hati mereka, dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik”(QS. As-Shaff: 5)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Wal iyyadzubillah….&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Musa Al-Asy`ari &lt;i&gt;radhiyallahu `anhu&lt;/i&gt;, dia berkata bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu`alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda, ”Sesungguhnya hati itu seperti bulu yang berada di padang Sahara, dimana angin senantiasa membolak-balikkannya” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Hati laksana pakaian putih yang dapat ternoda karena kotoran yang sangat sedikit, bahkan dapat membekas pula padanya. Hati juga seperti cermin yang sangat jernih, yang sedikit noda akan tampak padanya. Oleh karena itu, hati dapat dikacaukan oleh waktu yang hanya sesaat, perkataan, gurauan, apalagi tertawa yang berlebihan. Kemudian tanpa dia sadari hatinya pun mulai mengeras, tidak lagi sensitif terhadap kebenaran dan mulai terhinggapi syubhat yang mengaburkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ingatlah&lt;i&gt; “hari dimana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak, kecuali yang menghadap Allah dengan hati yang selamat” (&lt;/i&gt;&lt;i&gt;QS. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;As-Syu`ar&lt;/i&gt;&lt;i&gt;a&lt;/i&gt;&lt;i&gt;:&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;89)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wahai saudariku, adakah yang lebih berharga dari hati yang selamat??? Maka marilah kita bersungguh-sungguh untuk menjaga hati-hati kita kemudian tutuplah serapat mungkin perkara-perkara yang dapat mengeraskannya, banyaklah meminta perlindungan dan berdoa dengan doa yang telah diajarkan oleh nabi kita yang mulia. Dari Anas, Rasulullah berdoa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas dienMu.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun lanjutan dari hadits tersebut, bahwa Anas bertanya, ”Wahai Rasulullah, kami beriman kepada engkau dan ajaran yang engkau bawa, apakah engkau mengkhawatirkan kami?” Beliau menjawab, ”Iya, sesungguhnya hati-hati itu berada di antara dua jari jemari Allah, Dia&amp;nbsp; membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia Kehendaki” (HR. Tirmidzi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka masih adakah alasan untuk menunda atau mempertimbangkan perkara ini? Atau adakah yang masih bisa menyangkal dengan mengatakan bahwa bersikap longgar dalam hal seperti ini adalah &lt;b&gt;sebuah sikap toleransi?? &lt;/b&gt;Sesungguhnya ada sebagian orang yang beralasan,”Ah, &lt;i&gt;ngga papa kok&lt;/i&gt;, insyaAllah aku bisa jaga hati”, Sungguh ini adalah bualan syaitan!!!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Atau dia berkata,”Ah, cuma sebentar saja kok”, atau “Ah, cuma sekali ini saja, &lt;i&gt;ngga papa lah&lt;/i&gt;”. Subhanallah, apakah dia merasa yakin dengan masih adanya umur di satu jam mendatang, satu menit mendatang, atau beberapa detik kemudian?? Apakah dia telah mendapat izin dari Allah untuk mengatur umurnya sendiri?? Sehingga tak ada rasa takut terbersit dalam dirinya??&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka marilah kita renungkan firman Allah, yang artinya, &lt;i&gt;“Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyu mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak diantara mereka menjadi orang-orang fasik&lt;/i&gt;&lt;i&gt;.” &lt;/i&gt;(QS.Al-Hadid:16)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah semoga Allah meluruskan langkah-langkah kita, dan menganugerahkan semuanya dengan ketakwaan, serta kebaikan dunia dan akhirat. Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu`alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, keluarga dan sahabat beliau.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;[&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Ummu Yusuf Jasmin&lt;/i&gt;&lt;i&gt;]&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maraji’ :&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Al Qur’an al Kariim&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Syarh Hilyah Thalibil `Ilmi&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;[terj.], Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin,&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pustaka Imam Syafi’i.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ishlakhul Qulub&lt;/i&gt; [terj.], Abdul Hadi bin Hasan Wahbiy, Pustaka Ausath.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Tazkiyatunnafs&lt;/i&gt;, Dr. Ahmad Farid, Pustaka Arafah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="geo geo-post" id="geo-post-133" style="display: none;"&gt;&lt;span class="latitude"&gt;-88.863774&lt;/span&gt;    &lt;span class="longitude"&gt;-95.169067&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="post-pages"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="date"&gt;sumber: http://kelopakmawar.wordpress.com/2010/03/19/terlalu-banyak-canda-tawa-cermin-kebobrokan-hati/&lt;/span&gt;&lt;span class="author"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-4201198356443079816?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/4201198356443079816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=4201198356443079816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/4201198356443079816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/4201198356443079816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/11/terlalu-banyak-canda-tawa-cermin.html' title='Terlalu Banyak Canda Tawa, Cermin Kebobrokan Hati'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-536604182519278950</id><published>2010-09-16T11:46:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T11:46:04.371-07:00</updated><title type='text'>3 Pendapat dari Ulama Terkenal Menyatakan Umur Ummat Islam Tinggal Beberapa Tahun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQTg-eb587iSnogeOv_ybRE1pn1ERSbRMHEP9tfGGldPMe3pJY&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__kazE7W4cFCS3tA2qna97Cq6mt2Y=" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQTg-eb587iSnogeOv_ybRE1pn1ERSbRMHEP9tfGGldPMe3pJY&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__kazE7W4cFCS3tA2qna97Cq6mt2Y=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PERHITUNGAN UMUR  UMAT ISLAM dan TAHUN KEDATANGAN IMAM MAHDI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;Segala pemujaan dan pujian hanyalah bagi ALLAH yang Maha Suci dan Maha Agung. Satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Tidak ada sekutu bagi ALLAH sang penguasa alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH langit dan bumi. Salam dan selawat senantiasa tercurah kepada insan utama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pemimpin kaum mukmin.&lt;br /&gt;Presentasi ini membahas perkara perhitungan umur umat Islam, yang belum pernah dipublish secara berantai lewat mailing list, insya ALLAH hanya di milis Cinta-Rasul. Perkara ini sangatlah besar dan menurut sebagian manusia dianggap sebagai khurafat dan bidaah, tetapi bagi kita kaum Ahlus Sunnah (Sunni) adalah lebih baik mengambilnya sebagai iktibar agar kita senantiasa bersiap diri menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala. Kita tahu bahwa urusan kiamat adalah hak mutlak milik ALLAH saja, bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengetahuinya, namun beliau mengisyaratkan tanda-tandanya. Dan adalah kita berusaha untuk memahaminya.&lt;br /&gt;Ingat! Kita adalah kaum ahlus sunnah, tujuan presentasi kita ini hanya menyeru kepada manusia agar senantiasa mengingat ALLAH agar berbakti kepada-NYA dengan bersegera&amp;nbsp; mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Time is running away. Janganlah kita mati dengan membawa kebodohan dan kedunguan kita yang tidak mempergunakan mata, telinga, otak, akal dan hati yang telah diberikan ALLAH subhanahu wa ta’ala untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-NYA Yang Maha Besar.&lt;br /&gt;Pada file ini kita hanya mengambil  3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam ajaran Ahlussunnah wal  Jamaah yaitu dari:&lt;br /&gt;1. Al Hafidz Ibnu Hajar  al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i&lt;br /&gt;2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)&lt;br /&gt;3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali&lt;br /&gt;Kita menganggap pendapat mereka bertiga sangat rasional, sehingga sebagaimana tujuan para Imam itu menyeru kepada manusia agar senantiasa bersiap diri dan mengerjakan amal ibadah yang banyak, maka demikian pula halnya dengan kita yang berharap agar manusia yang tertidur kembali terjaga, agar manusia yang lalai dalam agamanya menjadi kembali kepada sunnah Rasulnya, dan agar kita mati dan menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai.&lt;br /&gt;abillahit taufiq wal hidayah.&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;AL HAFIDZ IBNU HAJAR&lt;/h1&gt;Menurut  pendapat Ibnu Hajar:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat  Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun.&lt;br /&gt;Kemudian dengan adanya hadis:&lt;br /&gt;Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah selama 600 tahun”. &lt;em&gt;[HR. Bukhari] &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus) alaihis salam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah 600 tahun.&lt;br /&gt;Sehingga akan didapat:&lt;br /&gt;Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam&lt;br /&gt;1500 tahun&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 600 tahun&amp;nbsp;&amp;nbsp; +&amp;nbsp; 900 tahun&lt;br /&gt;Kemudian Ibnu Hajar dalam Kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadis marfu yaitu:&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, ia  berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “&lt;strong&gt;Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur mereka selama setengah hari&lt;/strong&gt;”.  Kemudian Sa’ad ditanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad)  menjawab: “&lt;strong&gt;Lima ratus tahun&lt;/strong&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[hadis shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan disahihkan  oleh Al Albani]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap)&lt;br /&gt;Sekarang kita berada di tahun 1427 Hijriah (2006 Masehi), berarti sudah melewati lebih dari 1400 tahun itu. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena Islam adalah agama yang dibawa oleh beliau. Juga ditambah dengan 13 tahun karena awal penulisan tahun Hijriah dimulai pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.&lt;br /&gt;Sehingga umur  Islam adalah:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1400 + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;1476 tahun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika dikurangi dengan masa kita  hidup ini yaitu 2006 Masehi atau 1427 Hijirah, berarti &lt;strong&gt;1476 – 1427 = 49  tahun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;strong&gt;49 tahun &lt;/strong&gt;adalah sisa umur  umat Islam dari hari ini.”&lt;br /&gt;Apakah pada tahun 2055 Masehi  Islam sudah hilang dari muka bumi???&lt;br /&gt;Hanya ALLAH yang mengetahuinya. Maka sebagai manusia yang berakal dan beriman, sudah sepantasnya kita bersiap dan berbenah diri dengan mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;h1&gt;IMAM AS SUYUTHI&lt;/h1&gt;Menurut  Imam Suyuthi:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umur umat Islam adalah jumlah umur dunia dikurangi dengan umur-umur Nabi/Rasul sejak Nabi Adam alaihi salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan umur umat Islam  menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:&lt;br /&gt;(1)Perhitungan umur dunia&lt;br /&gt;(2)Perhitungan umur umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu  ‘alaihi wa sallam&lt;br /&gt;(3)Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari terbit di barat) hingga ketika Tiupan Pertama sangkakala kiamat.&lt;br /&gt;Dimana kemudian akan didapat rumus bahwa:&lt;br /&gt;Umur umat Islam = [1. Umur dunia] – [2. Umur umat terdahulu] – [3. Jarak waktu]&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(1) PERHITUNGAN UMUR DUNIA&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari jumat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[HR. Muslim, Tirmizi &amp;amp; Ahmad]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak dikeluarkannya Nabi Adam alaihis salam ke bumi hingga saat kiamat adalah dari hari Jumat ke hari Jumat, yaitu berlalu selama 1 minggu akhirat (7 hari akhirat).&lt;br /&gt;Sedangkan dalam Al Quran surah 32  As Sajdah ayat 5 yang berbunyi:&lt;br /&gt;“DIA mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-NYA dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”.&lt;br /&gt;Maka dapat diketahui bahwa 1  (satu) hari disisi ALLAH itu adalah 1000 tahun dunia. &lt;strong&gt;Jadi umur dunia adalah &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;7000 tahun&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2) PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG TERDAHULU&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (kepadanya), kemudian ia berkata: “Umur Adam adalah 1000 tahun”. Kemudian ia berkata: Antara Adam dengan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musa adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[HR. Hakim] &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat dihitung bahwa masa  (umur umat terdahulu) adalah 1000 + 1000 + 700 + 1500 + 600 = &lt;strong&gt;4800 tahun&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(3) PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH BARAT HINGGA  DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadis-hadis yang menerangkan  tentang perhitungan waktu ini adalah:&lt;br /&gt;1. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.”&lt;br /&gt;(hadis shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul Razzaq, Al Haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya)&lt;br /&gt;2. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 bulan? Ia menjawab (kembali): Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali) menjawab : Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian ALLAH menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad &amp;amp; Malik) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ALLAH mengumpulkan orang-orang yang awal dan orang-orang yang yang terakhir pada suatu hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam keadaan menengadah dan membelalakkan kedua mata mereka ke langit untuk menunggu keputusan pengadilan dan ALLAH akan turun dalam lindungan awan-awan.&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Hadis hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam suatu hadis shahih (dari Saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama setengah hari (Beliau menerangkan Al Quran surah ke-83 Al Muthaffifin).&lt;br /&gt;Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini bersesuaian dengan hadis Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa “Kaum fakir miskin akan memasuki sorga sebelum orang-orang kaya selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.&lt;br /&gt;Perhitungan  waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu tobat ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.&lt;br /&gt;2.Dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap ALLAH adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan belum dihisab.&lt;br /&gt;3.Dari hadis-hadis di depan, maka  kita ketahui jarak waktu:&lt;br /&gt;•Matahari dari arah barat ~ tiupan pertama = 120 tahun&lt;br /&gt;•Tiupan pertama ~ tiupan kedua =  40 tahun&lt;br /&gt;•Tiupan kedua ~ kebangkitan  seluruh manusia = 40 tahun&lt;br /&gt;•Kebangkitan ~ perhisaban  (penentuan sorga dan neraka) = 500 tahun&lt;br /&gt;Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120 + 40 + 40 + 500 &lt;strong&gt;= 700 tahun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan perhitungan  Imam Suyuthi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umur  dunia = umur umat terdahulu + umur umat Islam + masa hari akhir&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bahwa:&lt;br /&gt;•Perhitungan umur dunia adalah  7000 tahun&lt;br /&gt;•Perhitungan umur umat-umat  terdahulu adalah 4800 tahun&lt;br /&gt;•Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun&lt;br /&gt;Sehingga dapat dihitung,&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Umur umat Islam = 7000 – 4800 – 700 = 1500 tahun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dikurangi dengan masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam adalah: &lt;strong&gt;1500 – 23 = 1477 tahun&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Darimana angka 23? &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau SAW berada di Makkah, kemudian diperintahkan ALLAH untuk hijrah ke Madinah, disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.&lt;br /&gt;Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi ‘alaihis salam berkata: “Hadis-hadis hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari 1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.&lt;br /&gt;Jika umur Islam = 1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2006 Masehi atau 1427 Hijriah.&lt;br /&gt;Maka &lt;strong&gt;sisa umur Islam adalah: 1477 –  1427 = 50 tahun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“&lt;strong&gt;50 tahun&lt;/strong&gt; adalah sisa umur  umat Islam sejak masa ini.”&lt;br /&gt;Jadi tahun 2056 masehi akan  terjadi kegoncangan? Wallahu a‘lam.&lt;br /&gt;IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti jarak waktu antara salat Ashar hingga terbenamnya matahari. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hadis diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhari. Dan menurut penafsiran Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (nasrani) karena ada hadis sahih lain yang berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dengan Ahli Kitab.&lt;br /&gt;Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti waktu satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.&lt;br /&gt;Kemudian beliau menafsirkan hadis Bukhari lainnya bahwa masa-masa amaliah umat Bani Israil (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu salat Zuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.&lt;br /&gt;Jadi perhitungan menurut Ibnu  Rajab itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;• Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun&lt;br /&gt;• Masa umat-umat (yahudi – nasrani  – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun&lt;br /&gt;• Umur Yahudi = setengah hari dari  siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500 tahun&lt;br /&gt;• Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600 tahun&lt;br /&gt;Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun. Kemudian 900 tahun ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadis dari Saad bin Abu Waqash riwayat Abu Dawud, Ahmad (yang ada dihalaman terdahulu).&lt;br /&gt;Sehingga &lt;strong&gt;umur Islam menurut Ibnu Rajab  adalah 900 + 500 = 1400 tahun&lt;/strong&gt;, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak menyebut berapa tahun tambahannya.&lt;br /&gt;Perhitungan ini sama dengan method yang digunakan oleh Ibnu Hajar.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULAN TIGA PENDAPAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.Umur Umat Islam menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani adalah 1476 tahun. Atau  sisa 49 tahun lagi dari sekarang (2006).&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.Umur Umat Islam menurut Jalaluddin As-Suyuthi adalah 1477 tahun. Atau sisa 50  tahun lagi dari sekarang (2006).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.Umur Umat Islam menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali adalah lebih dari 1400 tahun.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;APA YANG TERJADI JIKA UMUR UMAT  ISLAM SUDAH BERAKHIR???&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah umur umat Islam berakhir (ditandai dengan wafatnya Nabi Isa Al-Masih), maka setelah itu kita orang Islam masih hidup. Ada yang mengatakan selama 40 tahun lagi. Namun selama itu tidak ada lagi mualaf (orang yang masuk Islam) dan syahadat yang diterima [artinya tidak ada lagi orang yang diterima masuk Islam], tidak ada lagi tobat yang diterima, karena pada akhir Umur Umat Islam itu matahari akan terbit dari arah Barat.&lt;br /&gt;Kemudian  manusia akan kembali kepada kekafiran dan kemunafikannya, bahkan lebih merajalela lagi.&lt;br /&gt;PERHITUNGAN  TAHUN KELUARNYA IMAM MAHDI ALAIHIS SALAM&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SEKILAS TENTANG IMAM MAHDI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan terhadap kedatangan Imam Mahdi termasuk salah satu syariat dalam ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Nama beliau tidak termaktub dengan terang dalam Bukhari dan Muslim melainkan hanya istilah Khalifah akhir zaman. Namun nama Imam Mahdi banyak disebut dalam kitab lain seperti As-Sunnan dan Al-Musnad oleh ahli-ahli hadis: Tirmizi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya. Bahkan derajat hadis yang menyatakan tentang Imam Mahdi mencapai tingkat mutawwatir dan shahih.&lt;br /&gt;Adapun Imam Mahdi adalah pemimpin pertama sebelum manusia yang sebenarnya paling kita tunggu yaitu Nabi Isa ‘alaihissalam. Tentang kedatangan kembali Nabi Isa ini dengan terang disebut dalam banyak hadis Bukhari dan Muslim. Sehingga mahsyur lah keyakinan akan datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa.&lt;br /&gt;Tentang kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, masih masyarakat banyak yang tidak mempercayainya. Mereka menganggapnya dusta, tahayul dan khurafat. Kepada masyarakat yang beranggapan begitu maka pantaslah kita sebut sebagai manusia bodoh, karena menolak hadis-hadis Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KILAS TENTANG  IMAM MAHDI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa pentingnya Imam Mahdi dan Nabi Isa pada zaman kita?&lt;br /&gt;Mereka berdua sangat penting dalam Islam, mereka akan menentukan hukum Islam yang sebenar-benarnya sesuai syariat ALLAH yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak ada lagi perselisihan dalam agama. Tidak ada lagi perbedaan Mazhab, semua akan melebur menjadi satu yaitu ahlussunnah sejati.&lt;br /&gt;Imam Mahdi dan Nabi Isa adalah para pemimpin yang akan memutuskan siapakah di antara kita yang paling benar, apakah Salafyin, apakah Ikhwanul Muslimin &amp;amp; Hizbut Tahrir, apakah Syafi’i, Hanbali, Maliki atau Hanafi, ataukah aliran Thariqat dan lainnya. Kemudian Imam Mahdi dan Nabi Isa akan menuntun kita kepada kebenaran Islam yang mana tidak akan ada lagi perselisihan.&lt;br /&gt;Dan di tangan Imam Mahdi dan Nabi Isa lah kemenangan Islam secara global ke seluruh dunia, menghancurkan sistem liberal dominasi Amerika Serikat dan Israel beserta sekutunya.&lt;br /&gt;Demi ALLAH, Islam pastilah tidak  akan dipecundangi oleh orang-orang kafir. Setelah gelap pasti terbitlah  terang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. METODE PENGGABUNGAN &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Metode penggabungan ini dipegangi oleh beberapa ulama dengan memilih dasar perhitungan dari Ibnu Hajar dan Imam Suyuthi yang hanya terpaut 1 tahun, sehingga mereka berasumsi bahwa umur Islam berada antara 1400 hingga 1500 tahun (atau 1476 ~ 1477), termasuk didalamnya adalah masa Khalifah Imam Mahdi dan masa Khalifah Nabi Isa.&lt;br /&gt;Menurut hadis Abu Dawud, khalifah Imam Mahdi akan memimpin dunia selama 7 tahun. Sedangkan menurut hadis Thabrani, Al Bazaar dan Abu Nua’im, Imam Mahdi akan bersama umat muslim selama 7, 8 atau 9 tahun. Kita ambil yang paling memiliki kesamaan yaitu 7 tahun.&lt;br /&gt;Dan masa Khalifah Nabi Isa adalah  40 tahun menurut hadis Abu Dawud.&lt;br /&gt;Sehingga kemungkinan tahun  keluarnya Imam Mahdi adalah:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1477 – 7 – 40 = 1430 Hijriah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita berada pada bulan&lt;strong&gt; Maret 2006 (Safar 1427 Hijriah), &lt;/strong&gt;berarti 3 (tiga) tahun lagi insya  ALLAH Imam Mahdi akan hadir untuk memenangkan Islam atas dunia yaitu&lt;strong&gt; tahun  2009 Masehi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. METODE HAJI AKBAR&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat tentang datangnya Imam Mahdi adalah pada saat pelaksanaan Haji Akbar. Antara lain dari Syaikh Al Barjanzi dan pemimpin thariqat Naqshbandyiah yaitu Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani (beliau masih hidup). Dan beberapa ulama lain yang tidak terkenal.&lt;br /&gt;Haji Akbar adalah musim haji dimana rukun wajib haji yaitu Wuquf di Arafah bertepatan dengan hari Jumaat. Sebagaimana kita ketahui, sangat banyak keutamaan dari hari Jumat. Ia adalah hari dimana bumi diciptakan, Nabi Adam diciptakan, hari raya umat Muslim dan hari berdirinya kiamat, dan hari berbangkit.&lt;br /&gt;Perhitungan Haji Akbar dimana  wuquf tepat berada pada hari Jumat 9 Dzulhijah adalah:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hari Jumat, tanggal 27 November  2009 Masehi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yaitu bertepatan dengan hari  Jumat, tanggal 9 Dzulhijah 1430 Hijriah.&lt;br /&gt;3. METODE MASA EMAS (KEJAYAAN)  BANI ISRAIL&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini adalah milik kaum  Yahudi, Nasrani. Kita hanya mengambilnya sebagai iktibar dan perbandingan saja.&lt;br /&gt;Mereka berpendapat bahwa masa datangnya Anti-Christ (manusia yang akan membinasakan orang-orang Kristen) adalah 1 hari setelah masa kemenangan Kaum Jehova (Yahudi). 1 hari itu sendiri adalah 40 tahun menurut Kitab mereka.&lt;br /&gt;Apabila kemenangan Yahudi itu dianggap terhitung mulai mereka menyerang ibukota Palestina dan mengusir mereka, kemudian berkuasa atas tanah suci Yerussalem 3 agama langit (Yahudi-Nasrani-Islam) adalah pada tahun 1967.&lt;br /&gt;Maka saat-saat kedatangan  Anti-Christ itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1967 + 40 = 2007 Masehi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jadi 2 tahun lagi yaitu pada 2007 diperkirakan dunia akan memasuki episode baru peperangan tiga agama  langit.&lt;br /&gt;Prediksi ini satu tahun lebih cepat, jika rencana mereka untuk menghancurkan Masjid Al Aqsa dan membangun Solomon Temple (Kuil Sulaiman) diatasnya terlaksana pada tahun 2008 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wallahu  A’lam&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;Ya ALLAH,  ampunilah segala kekurangan dan dosa kami&lt;br /&gt;sumber: http://harmonicagie.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-536604182519278950?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/536604182519278950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=536604182519278950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/536604182519278950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/536604182519278950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/09/3-pendapat-dari-ulama-terkenal.html' title='3 Pendapat dari Ulama Terkenal Menyatakan Umur Ummat Islam Tinggal Beberapa Tahun'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-6701463945811345472</id><published>2010-09-11T09:14:00.000-07:00</published><updated>2010-09-11T09:14:01.359-07:00</updated><title type='text'>Keistimewaan hari jum'at</title><content type='html'>Penyusun: Ummu Aufa&lt;br /&gt;Muraja’ah: Ustadz Abu Salman&lt;br /&gt;Saudariku, kabar gembira untuk kita semua bahwa ternyata kita mempunyai hari yang istimewa dalam deretan 7 hari yang kita kenal. Hari itu adalah hari jum’at. Saudariku, hari jum’at memang istimewa namun tidak selayaknya kita berlebihan dalam menanggapinya. Dalam artian, kita mengkhususkan dengan ibadah tertentu misalnya puasa tertentu khusus hari Jum’at, tidak boleh pula mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari jum’at kecuali yang disyari’atkan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-74"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah artikel kali ini, akan menguraikan beberapa keutamaan-keutamaan serta amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari jum’at. Semoga dengan kita memahami keutamaannya, kita bisa lebih bersemangat untuk memaksimalkan dalam melaksanakan amalan-amalan yang disyari’atkan pada hari itu, dan agar bisa meraih keutamaan-keutamaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keutamaan Hari Jum’at&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Hari paling utama di dunia&lt;br /&gt;Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Allah menciptakan Nabi Adam &lt;em&gt;‘alaihissallam&lt;/em&gt; dan mewafatkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari Nabi Adam &lt;em&gt;‘alaihissallam&lt;/em&gt; dimasukkan ke dalam surga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari Nabi Adam &lt;em&gt;‘alaihissallam&lt;/em&gt; diturunkan dari surga menuju bumi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hari akan terjadinya kiamat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;2. Hari bagi kaum muslimin&lt;br /&gt;Hari jum’at adalah hari berkumpulnya umt Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; dalam masjid-masjid mereka yang besar untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat, serta do’a.&lt;br /&gt;Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt; bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata, &lt;em&gt;“Allah menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;3. Hari yang paling mulia dan merupakan penghulu dari hari-hari&lt;br /&gt;Dari Abu Lubabah bin Ibnu Mundzir &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; berkata, Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata, &lt;em&gt;“Hari jum’at adalah penghulu hari-hari dan hari yang paling mulia di sisi Allah, hari jum’at ini lebih mulia dari hari raya Idhul Fitri dan Idul Adha di sisi Allah, pada hari jum’at terdapat lima peristiwa, diciptakannya Adam dan diturunkannya ke bumi, pada hari jum’at juga Adam dimatikan, di hari jum’at terdapat waktu yang mana jika seseorang meminta kepada Allah maka akan dikabulkan selama tidak memohon yang haram, dan di hari jum’at pula akan terjadi kiamat, tidaklah seseorang malaikat yang dekat di sisi Allah, di bumi dan di langit kecuali dia dikasihi pada hari jum’at.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;4. Waktu yang mustajab untuk berdo’a&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menyebut hari jum’at lalu beliau Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.”&lt;/em&gt; Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:&lt;br /&gt;a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat jum’at&lt;br /&gt;Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt; berkata padanya, &lt;em&gt;“Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari jum’at?”&lt;/em&gt; Lalu Abu Burdah mengatakan, &lt;em&gt;“Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Imam Nawawi &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menguatkan pendapat di atas. Sedangkan Imam As-Suyuthi &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menentukan waktu yang dimaksud adalah ketika shalat didirikan.&lt;br /&gt;b. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘ashar&lt;br /&gt;Dari Jabir bin ‘Abdillah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, dari Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Hari jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘ashar.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;Dan yang menguatkan pendapat kedua ini adalah Imam Ibnul Qayyim &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;, beliau mengatakn bahwa, &lt;em&gt;“Ini adalah pendapat yang dipegang oleh kebanyakan generasi salaf dan banyak sekali hadits-hadits mengenainya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;5. Dosa-dosanya diampuni antara jum’at tersebut dengan jum’at sebelumnya&lt;br /&gt;Dari Salman Al-Farisi &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; mengatakan bahwa Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”&lt;/em&gt; (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amalan-Amalan yang Disyari’atkan pada Hari Jum’at&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Memperbanyak shalawat&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt; bahwa Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata, &lt;em&gt;“Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.”&lt;/em&gt; (HR. Baihaqi dengan sanad shahih)&lt;br /&gt;2. Membaca surat Al Kahfi&lt;br /&gt;Dari Abu Sa’id Al-Khudri &lt;em&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;/em&gt;, Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda: &lt;em&gt;“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua jum’at.”&lt;/em&gt; (HR. Al Hakim dan Baihaqi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)&lt;br /&gt;3. Memperbanyak do’a (HR Abu Daud poin 4b.)&lt;br /&gt;4. Amalan-amalan shalat jum’at (wajib bagi laki-laki)&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpagi-pagi menuju tempat shalat jum’at.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diam mendengarkan khatib berkhutbah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memakai pakaian yang terbaik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan shalat sunnah selama imam belum naik ke atas mimbar.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Saudariku, setelah membaca artikel tersebut semoga kita bisa mendapat manfaat yang lebih besar dengan menambah amalan-amalan ibadah yang disyari’atkan. Sungguh begitu banyak jalan agar kita bisa meraup pahala sebanyak-banyaknya sebagai bekal perjalanan kita di akhirat kelak. &lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Maraji’:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Do’a dan Wirid&lt;/em&gt;, Pustaka Imam Asy-Syafi’i&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Tafsir Ayat-Ayat Yaa Ayyuhal-ladziina Aamanuu&lt;/em&gt;, Pustaka Al-Kautsar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Amalan dan Waktu yang Diberkahi&lt;/em&gt;, Pustaka Ibnu Katsir&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;***&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-6701463945811345472?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/6701463945811345472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=6701463945811345472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/6701463945811345472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/6701463945811345472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/09/keistimewaan-hari-jumat.html' title='Keistimewaan hari jum&apos;at'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-5833122510149327750</id><published>2010-08-24T13:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T17:23:41.984-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahlus sunah'/><title type='text'>TENTANG AHLUS SUNNAH .  . . . . .</title><content type='html'>Kembali kepada alquran d hadist jika ada yg berlebih. hanya Allah yg tau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Ahlus Sunnah tentu tidak asing bagi kaum muslimin. Bahkan mereka semua&lt;br /&gt;mengaku sebagai Ahlus Sunnah. Tapi siapakah Ahlus Sunnah itu? Dan siapa pula&lt;br /&gt;kelompok yang disebut Rasulullah sebagai orang-orang asing?&lt;br /&gt;Telah menjadi ciri perjuangan iblis dan tentara-tentaranya yaitu terus berupaya&lt;br /&gt;mengelabui manusia. Yang batil bisa menjadi hak dan sebaliknya, yang hak bisa menjadi&lt;br /&gt;batil. Sehingga ahli kebenaran bisa menjadi pelaku maksiat yang harus dimusuhi dan&lt;br /&gt;diisolir. Dan sebaliknya, pelaku kemaksiatan bisa menjadi pemilik kebenaran yang harus&lt;br /&gt;dibela. Syi’ar pemecah belah ini merupakan ciri khas mereka dan mengganggu perjalanan&lt;br /&gt;manusia menuju Allah merupakan tujuan tertinggi mereka.&lt;br /&gt;Tidak ada satupun pintu kecuali akan dilalui iblis dan tentaranya. Dan tidak ada&lt;br /&gt;satupun amalan kecuali akan dirusakkannya, minimalnya mengurangi nilai amalan&lt;br /&gt;tersebut di sisi Allah Subhanahu Wata’ala. Iblis mengatakan di hadapan Allah Subhanahu&lt;br /&gt;Wata’ala: “Karena Engkau telah menyesatkanku maka aku akan benar-benar menghalangi&lt;br /&gt;mereka dari jalan-Mu yang lurus dan aku akan benar-benar mendatangi mereka dari arah&lt;br /&gt;depan dan belakang, dan samping kiri dan samping kanan.”, (QS. Al A’raf : 17 )&lt;br /&gt;Dalam upayanya mengelabui mangsanya, Iblis akan mengatakan bahwa ahli&lt;br /&gt;kebenaran itu adalah orang yang harus dijauhi dan dimusuhi, dan kebenaran itu menjadi&lt;br /&gt;sesuatu yang harus ditinggalkan, dan dia mengatakan: “Sehingga Engkau ya Allah&lt;br /&gt;menemukan kebanyakan mereka tidak bersyukur.” (QS. Al A’raf: 17)&lt;br /&gt;Demikian halnya yang terjadi pada istilah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Istilah ini lebih&lt;br /&gt;melekat pada gambaran orang-orang yang banyak beribadah dan orang-orang yang&lt;br /&gt;berpemahaman sufi. Tak cuma itu, semua kelompok yang ada di tengah kaum muslimin&lt;br /&gt;juga mengaku sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah. Walhasil, nama Ahlus Sunnah menjadi&lt;br /&gt;rebutan orang. Mengapa demikian? Apakah keistimewaan Ahlus Sunnah sehingga harus&lt;br /&gt;diperebutkan? Dan siapakah mereka sesungguhnya?&lt;br /&gt;Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita harus merujuk kepada keterangan&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alahi Wasallam dan ulama salaf dalam menentukan siapakah&lt;br /&gt;mereka yang sebenarnya dan apa ciri-ciri khas mereka. Jangan sampai kita yang&lt;br /&gt;digambarkan dalam sebuah sya’ir:&lt;br /&gt;Semua mengaku telah meraih tangan Laila&lt;br /&gt;Dan Laila tidak mengakui yang demikian itu&lt;br /&gt;Bahwa tidak ada maknanya kalau hanya sebatas pengakuan, sementara dirinya jauh&lt;br /&gt;dari kenyataan.&lt;br /&gt;Secara fitrah dan akal dapat kita bayangkan, sesuatu yang diperebutkan tentu&lt;br /&gt;memiliki keistimewaan dan nilai tersendiri. Dan sesuatu yang diakuinya, tentu memiliki&lt;br /&gt;makna jika mereka berlambang dengannya. Mereka mengakui bahwa Ahlus Sunnah&lt;br /&gt;adalah pemilik kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktinya, setelah mereka memakai nama tersebut, mereka tidak akan ridha untuk&lt;br /&gt;dikatakan sebagai ahli bid’ah dan memiliki jalan yang salah. Bahkan mengatakan bahwa&lt;br /&gt;dirinya merupakan pemilik kebenaran tunggal sehingga yang lain adalah salah. Mereka&lt;br /&gt;tidak sadar, kalau pengakuannya tersebut merupakan langkah untuk membongkar&lt;br /&gt;kedoknya sendiri dan memperlihatkan kebatilan jalan mereka. Yang akan mengetahui hal&lt;br /&gt;yang demikian itu adalah yang melek dari mereka.&lt;br /&gt;As Sunnah&lt;br /&gt;Berbicara tentang As Sunnah secara bahasa dan istilah sangat penting sekali. Di&lt;br /&gt;samping untuk mengetahui hakikatnya, juga untuk mengeluarkan mereka-mereka yang&lt;br /&gt;mengakui sebagai Ahlus Sunnah. Mendefinisikan As Sunnah ditinjau dari beberapa sisi&lt;br /&gt;yaitu sisi bahasa, syari’at dan generasi yang pertama, ahlul hadits, ulama ushul, dan ahli&lt;br /&gt;fiqih.&lt;br /&gt;As Sunnah menurut bahasa&lt;br /&gt;As Sunnah menurut bahasa adalah As Sirah (perjalanan), baik yang buruk ataupun&lt;br /&gt;yang baik. Khalid bin Zuhair Al Hudzali berkata:&lt;br /&gt;Jangan kamu sekali-kali gelisah karena jalan yang kamu tempuh&lt;br /&gt;Keridhaan itu ada pada jalan yang dia tempuh sendiri.&lt;br /&gt;As Sunnah menurut Syari’at Dan Generasi Yang Pertama&lt;br /&gt;Apabila terdapat kata sunnah dalam hadits Rasulullah atau dalam ucapan para&lt;br /&gt;sahabat dan tabi’in, maka yang dimaksud adalah makna yang mencakup dan umum.&lt;br /&gt;Mencakup hukum-hukum baik yang berkaitan langsung dengan keyakinan atau dengan&lt;br /&gt;amal, apakah hukumnya wajib, sunnah atau boleh.&lt;br /&gt;Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari 10/341 berkata: “Telah tetap bahwa&lt;br /&gt;kata sunnah apabila terdapat dalam hadits Rasulullah, maka yang dimaksud bukan&lt;br /&gt;sunnah sebagai lawan wajib (Apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila di&lt;br /&gt;tinggalkan tidak akan berdosa, pent.).”&lt;br /&gt;Ibnu ‘Ajlan dalam kitab Dalilul Falihin 1/415 ketika beliau mensyarah hadits&lt;br /&gt;‘Fa’alaikum Bisunnati’, berkata: “Artinya jalanku dan langkahku yang aku berjalan di&lt;br /&gt;atasnya dari apa-apa yang aku telah rincikan kepada kalian dari hukum-hukum i’tiqad&lt;br /&gt;(keyakinan), dan amalan-amalan baik yang wajib, sunnah, dan sebagainya.”&lt;br /&gt;Imam Shan’ani berkata dalam kitab Subulus Salam 1/187, ketika beliau mensyarah&lt;br /&gt;hadits Abu Sa’id Al-Khudri, “di dalam hadits tersebut disebutkan kata ‘Ashobta As&lt;br /&gt;Sunnah’, yaitu jalan yang sesuai dengan syari’at.”&lt;br /&gt;Demikianlah kalau kita ingin meneliti nash-nash yang menyebutkan kata “As&lt;br /&gt;Sunnah”, maka akan jelas apa yang dimaukan dengan kata tersebut yaitu: “Jalan yang&lt;br /&gt;terpuji dan langkah yang diridhai yang telah dibawa oleh Rasulullah. Dari sini jelaslah&lt;br /&gt;kekeliruan orang-orang yang menisbahkan diri kepada ilmu yang menafsirkan kata&lt;br /&gt;sunnah dengan istilah ulama fiqih sehingga mereka terjebak dalam kesalahan yang fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Sunnah Menurut Ahli Hadits&lt;br /&gt;As sunnah menurut jumhur ahli hadits adalah sama dengan hadits yaitu: “Apa-apa&lt;br /&gt;yang diriwayatkan dari Rasulullah baik berbentuk ucapan, perbuatan, ketetapan, dan sifat&lt;br /&gt;baik khalqiyah (bentuk) atau khuluqiyah (akhlak).&lt;br /&gt;As Sunnah Menurut Ahli Ushul Fiqih&lt;br /&gt;Menurut Ahli Ushul Fiqih, As Sunnah adalah dasar dari dasar-dasar hukum syaria’at&lt;br /&gt;dan juga dalil-dalilnya.&lt;br /&gt;Al Amidy dalam kitab Al Ihkam 1/169 mengatakan: “Apa-apa yang datang dari&lt;br /&gt;Rasulullah dari dalil-dalil syari’at yang bukan dibaca dan bukan pula mu’jizat atau masuk&lt;br /&gt;dalam katagori mu’jizat”.&lt;br /&gt;As Sunnah Di Sisi Ulama Fiqih&lt;br /&gt;As Sunnah di sisi mereka adalah apa-apa yang apabila dikerjakan mendapatkan&lt;br /&gt;pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa.&lt;br /&gt;Di sini bisa dilihat, mereka yang mengaku sebagai ahlus sunnah -dengan&lt;br /&gt;menyandarkan kepada ahli fikih-, tidak memiliki dalil yang jelas sedikitpun dan tidak&lt;br /&gt;memiliki rujukan, hanya sebatas simbol yang sudah usang. Jika mereka memakai istilah&lt;br /&gt;syariat dan generasi pertama, mereka benar-benar telah sangat jauh. Jika mereka memakai&lt;br /&gt;istilah ahli fiqih niscaya mereka akan bertentangan dengan banyak permasalahan. Jika&lt;br /&gt;mereka memakai istilah ulama ushul merekapun tidak akan menemukan jawabannya.&lt;br /&gt;Jika mereka memakai istilah ulama hadits sungguh mereka tidak memilki peluang&lt;br /&gt;untuk mempergunakan istilah mereka. Tinggal istilah bahasa yang tidak bisa dijadikan&lt;br /&gt;sebagai hujjah dalam melangkah, terlebih menghalalkan sesuatu atau mengharamkannya.&lt;br /&gt;Siapakah Ahlus Sunnah&lt;br /&gt;Ahlu Sunnah memiliki ciri-ciri yang sangat jelas di mana ciri-ciri itulah yang&lt;br /&gt;menunjukkan hakikat mereka.&lt;br /&gt;1. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti jalan Rasulullah dan jalan para&lt;br /&gt;sahabatnya, yang menyandarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman&lt;br /&gt;salafus shalih yaitu pemahaman generasi pertama umat ini dari kalangan shahabat, tabi’in&lt;br /&gt;dan generasi setelah mereka. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“ Sebaik-baik manusia adalah generasiku kemudian orang-orang setelah mereka&lt;br /&gt;kemudian orang-orang setelah mereka.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad)&lt;br /&gt;2. Mereka kembalikan segala bentuk perselisihan yang terjadi di kalangan mereka&lt;br /&gt;kepada Al Qur’an dan As Sunnah dan siap menerima apa-apa yang telah diputuskan oleh&lt;br /&gt;Allah dan Rasulullah. Firman Allah:&lt;br /&gt;“Maka jika kalian berselisih dalam satu perkara, kembalikanlah kepada Allah dan&lt;br /&gt;Rasulullah jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan yang demikian itu adalah&lt;br /&gt;baik dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak pantas bagi seorang mukmin dan mukminat apabila Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;memutuskan suatu perkara untuk mereka, akan ada bagi mereka pilihan yang lain&lt;br /&gt;tentang urusan mereka. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sungguh dia&lt;br /&gt;telah sesat dengan kesesatan yang nyata. (QS. Al Ahzab: 36)&lt;br /&gt;3. Mereka mendahulukan ucapan Allah dan Rasul daripada ucapan selain keduanya.&lt;br /&gt;Firman Allah:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian mendahulukan (ucapan selain&lt;br /&gt;Allah dan Rasul ) terhadap ucapan Allah dan Rasul dan bertaqwalah kalian kepada Allah&lt;br /&gt;sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Hujurat: 1)&lt;br /&gt;4. Menghidupkan sunnah Rasulullah baik dalam ibadah mereka, akhlak mereka, dan&lt;br /&gt;dalam semua sendi kehidupan, sehigga mereka menjadi orang asing di tengah kaumnya.&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda tetang mereka:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula daam&lt;br /&gt;keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing.” (HR. Muslim dari&lt;br /&gt;hadits Abu Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma)&lt;br /&gt;5. Mereka adalah orang-orang yang sangat jauh dari sifat fanatisme golongan. Dan&lt;br /&gt;mereka tidak fanatisme kecuali kepada Kalamullah dan Sunnah Rasulullah. Imam Malik&lt;br /&gt;mengatakan: “Tidak ada seorangpun setelah Rasulullah yang ucapannya bisa diambil dan&lt;br /&gt;ditolak kecuali ucapan beliau.”&lt;br /&gt;6. Mereka adalah orang-orang yang menyeru segenap kaum muslimin agar&lt;br /&gt;bepegang dengan sunnah Rasulullah dan sunnah para shahabatnya.&lt;br /&gt;7. Mereka adalah orang-oang yang memikul amanat amar ma’ruf dan nahi munkar&lt;br /&gt;sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka mengingkari segala&lt;br /&gt;jalan bid’ah (lawannya sunnah) dan kelompok-kelompok yang akan mencabik-cabik&lt;br /&gt;barisan kaum muslimin.&lt;br /&gt;8. Mereka adalah orang-orang yang mengingkari undang-undang yang dibuat oleh&lt;br /&gt;manusia yang menyelisihi undang-undang Allah dan Rasulullah.&lt;br /&gt;9. Mereka adalah orang-orang yang siap memikul amanat jihad fi sabilillah apabila&lt;br /&gt;agama menghendaki yang demikian itu.&lt;br /&gt;Syaikh Rabi’ dalam kitab beliau Makanatu Ahli Al Hadits hal. 3-4 berkata: “Mereka&lt;br /&gt;adalah orang-orang yang menempuh manhaj (metodologi)-nya para sahabat dan tabi’in&lt;br /&gt;dalam berpegang terhadap kitabullah dan sunnah Rasulullah dan menggigitnya dengan&lt;br /&gt;gigi geraham mereka. Mendahulukan keduanya atas setiap ucapan dan petunjuk,&lt;br /&gt;kaitannya dengan aqidah, ibadah, mu’amalat, akhlaq, politik, maupun, persatuan. Mereka&lt;br /&gt;adalah orang-orang yang kokoh di atas prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya&lt;br /&gt;sesuai dengan apa yang diturunkah Allah kepada hamba dan Rasul-Nya Muhammad&lt;br /&gt;shallallahu ‘alahi wasallam. Mereka adalah orang-orang yang tampil untuk berdakwah&lt;br /&gt;dengan penuh semangat dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah para pembawa ilmu&lt;br /&gt;nabawi yang melumatkan segala bentuk penyelewengan orang-orang yang melampaui&lt;br /&gt;batas, kerancuan para penyesat dan takwil jahilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang selalu mengintai setiap kelompok yang&lt;br /&gt;menyeleweng dari manhaj Islam seperti Jahmiyah, Mu’tazilah, Khawarij, Rafidah (Syi’ah),&lt;br /&gt;Murji’ah, Qadariyah, dan setiap orang yang menyeleweng dari manhaj Allah, mengikuti&lt;br /&gt;hawa nafsu pada setiap waktu dan tempat, dan mereka tidak pernah mundur karena&lt;br /&gt;cercaan orang yang mencerca.”&lt;br /&gt;Ciri Khas Mereka&lt;br /&gt;1. Mereka adalah umat yang baik dan jumlahnya sangat sedikit, yang hidup di&lt;br /&gt;tengah umat yang sudah rusak dari segala sisi. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“Berbahagialah orang yang asing itu (mereka adalah) orang-orang baik yang berada&lt;br /&gt;di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada&lt;br /&gt;orang yang mengikuti mereka.” (Shahih, HR. Ahmad)&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Madarijus Salikin 3/199-200, berkata: “Ia adalah orang&lt;br /&gt;asing dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka, asing pada berpegangnya&lt;br /&gt;dia terhadap sunnah dikarenakan berpegangnya manusia terhadap bid’ah, asing pada&lt;br /&gt;keyakinannya dikarenakan telah rusak keyakinan mereka, asing pada shalatnya&lt;br /&gt;dikarenakan jelek shalat mereka, asing pada jalannya dikarenakan sesat dan rusaknya&lt;br /&gt;jalan mereka, asing pada nisbahnya dikarenakan rusaknya nisbah mereka, asing dalam&lt;br /&gt;pergaulannya bersama mereka dikarenakan bergaul dengan apa yang tidak diinginkan&lt;br /&gt;oleh hawa nafsu mereka”.&lt;br /&gt;Kesimpulannya, dia asing dalam urusan dunia dan akhiratnya, dan dia tidak&lt;br /&gt;menemukan seorang penolong dan pembela. Dia sebagai orang yang berilmu ditengah&lt;br /&gt;orang-orang jahil, pemegang sunnah di tengah ahli bid’ah, penyeru kepada Allah dan&lt;br /&gt;Rasul-Nya di tengah orang-orang yang menyeru kepada hawa nafsu dan bid’ah, penyeru&lt;br /&gt;kepada yang ma’ruf dan mencegah dari kemungkaran di tengah kaum di mana yang&lt;br /&gt;ma’ruf menjadi munkar dan yang munkar menjadi ma’ruf.”&lt;br /&gt;Ibnu Rajab dalam kitab Kasyfu Al Kurbah Fi Washfi Hal Ahli Gurbah hal 16-17&lt;br /&gt;mengatakan: “Fitnah syubhat dan hawa nafsu yang menyesatkan inilah yang telah&lt;br /&gt;menyebabkan berpecahnya ahli kiblat menjadi berkeping-keping. Sebagian mengkafirkan&lt;br /&gt;yang lain sehingga mereka menjadi bermusuh-musuhan, berpecah-belah, dan berpartaipartai&lt;br /&gt;yang dulunya mereka berada di atas satu hati. Dan tidak ada yang selamat dari&lt;br /&gt;semuanya ini melainkan satu kelompok. Merekalah yang disebutkan dalam sabda&lt;br /&gt;Rasulullah: “Dan terus menerus sekelompok kecil dari umatku yang membela kebenaran&lt;br /&gt;dan tidak ada seorangpun yang mampu memudharatkannya siapa saja yang&lt;br /&gt;menghinakan dan menyelisihi mereka, sampai datangnya keputusan Allah dan mereka&lt;br /&gt;tetap di atas yang demikian itu.”&lt;br /&gt;2. Mereka adalah orang yang berada di akhir jaman dalam keadaan asing yang telah&lt;br /&gt;disebutkan dalam hadits, yaitu orang-orang yang memperbaiki ketika rusaknya manusia.&lt;br /&gt;Merekalah orang-orang yang memperbaiki apa yang telah dirusak oleh manusia dari&lt;br /&gt;sunnah Rasulullah. Merekalah orang-orang yang lari dengan membawa agama mereka&lt;br /&gt;dari fitnah. Mereka adalah orang yang sangat sedikit di tengah-tengah kabilah dan&lt;br /&gt;terkadang tidak didapati pada sebuah kabilah kecuali satu atau dua orang, bahkan&lt;br /&gt;terkadang tidak didapati satu orangpun sebagaimana permulaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.abualbinjy.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-5833122510149327750?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/5833122510149327750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=5833122510149327750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/5833122510149327750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/5833122510149327750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/tentang-ahlus-sunnah.html' title='TENTANG AHLUS SUNNAH .  . . . . .'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-7341613997004386719</id><published>2010-08-24T12:42:00.001-07:00</published><updated>2010-08-25T16:58:54.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara muslim'/><title type='text'>Etika Berbicara Menurut Islam</title><content type='html'>Dibandingkan menulis, berbicara lebih mudah dilakukan. Setiap pembicaraan pasti ada maksud-tujuan yang hendak disampaikan, baik itu pembicaraan secara langsung maupun melalui media elektronik (teknologi). Saking mudahnya dilakukan, orang ketika berbicara seringkali kebablasan, bahkan tak menggunakan etika. Akibatnya, banyak kebencian dan permusuhan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sesungguhnya etika berbicara yang dianjurkan dalam Islam? Pertama, ketika seorang Muslim berbicara hendaknya hanya untuk kebaikan (ma'ruf). Allah SWT berfirman, "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisik mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma'ruf…" (QS An-Nisa [4]: 114).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jangan membicarakan semua apa yang didengar. Sebab, bisa jadi semua yang didengar itu menjadi dosa. Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang, yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berbicaralah tanpa ada rasa menggunjing (ghibah). "Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain." (QS Al-Hujarat [49]: 12). Menggunjing orang lain sangat dilarang dalam Islam. Sebab, orang yang menggunjing itu tidak lebih baik dari yang digunjing. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena bisa jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok…" (QS Al-Hujarat [49]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, berbicaralah seperlunya saja. Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah bersabda, "Termasuk kebaikan Islam-nya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna." (HR Ahmad dan Ibnu Majah). Kelima, berbicaralah dan jangan mendebat. Sabda Nabi, "Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar." (Muttafaq 'Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, berbicara dengan tidak memaksakan diri. "Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih, dan orang-orang yang sombong." (HR At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, berbicaralah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Aisyah RA pernah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya." (Muttafaq 'Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Islam tidak melarang manusia untuk berbicara. Berbicara justru sangat dianjurkan jika mengandung manfaat dan kebaikan. Tetapi sebaliknya, sangat dilarang jika pembicaraan itu mengandung keburukan dan penyesatan. "Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir hendaknya ia berbicara yang baik-baik atau diam." (Al-Hadis).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-7341613997004386719?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/7341613997004386719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=7341613997004386719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/7341613997004386719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/7341613997004386719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/etika-berbicara-menurut-islam.html' title='Etika Berbicara Menurut Islam'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-9020900672682187227</id><published>2010-08-24T12:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T16:58:54.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara muslim'/><title type='text'>Kaidah mengambil dalil</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: #3366ff;"&gt;&lt;strong&gt;KAIDAH DAN PRINSIP AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH DALAM MENGAMBIL&lt;br /&gt;DAN MENGGUNAKAN DALIL [1] &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Yazid bin Abdul  Qadir Jawas&lt;br /&gt;[1]. Sumber ‘aqidah adalah Kitabullah (al-Qur-an), Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih dan ijma’ Salafush Shalih.&lt;br /&gt;[2]. Setiap Sunnah yang shahih yang berasal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wajib diterima, walaupun sifatnya Ahad.[2]&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Artinya : Dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terima-malah dia. Dan apa-apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” [Al-Hasyr: 7]&lt;span id="more-48"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[3]. Yang menjadi rujukan dalam memahami al-Qur-an dan as- Sunnah adalah nash-nash (teks al-Qur-an maupun hadits) yang menjelaskannya, pemahaman Salafush Shalih dan para Imam yang mengikuti jejak mereka, serta dilihat arti yang benar dari bahasa Arab. Namun jika hal tersebut sudah benar, maka tidak dipertentangkan lagi dengan hal-hal yang berupa kemungkinan sifatnya menurut bahasa.&lt;br /&gt;[4]. Prinsip – prinsip utama dalam agama (Ushuluddin), semua telah dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapapun tidak berhak untuk mengadakan sesuatu yang baru, yang tidak ada contoh sebelumnya, apalagi sampai mengatakan hal tersebut bagian dari agama. Allah telah menyempurnakan agamaNya, wahyu telah terputus dan kenabian telah ditutup, sebagaimana Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [Al-Maaidah : 3].&lt;br /&gt;RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:&lt;br /&gt;“Artinya : Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini, sesuatu yang bukan bagian darinya, maka amalan-nya tertolak” [3]&lt;br /&gt;[5]. Berserah diri (taslim), patuh dan taat hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, secara lahir dan bathin. Tidak menolak sesuatu dari al-Quran dan as- Sunnah yang shahih, (baik menolaknya itu) dengan qiyas (analogi), perasaan, kasyf (iluminasi atau penyingkapan tabir rahasia sesuatu yang ghaib), ucapan seorang Syaikh, ataupun pendapat imam-imam dan lainnya.&lt;br /&gt;[6.] Dalil ‘aqli (akal) yang benar akan sesuai dengan dalil naqli/nash yang shahih. Sesuatu yang qath’i (pasti) dari kedua dalil tersebut, tidak akan bertentangan selamanya. Apabila sepertinya ada pertentangan di antara keduanya, maka dalil naqli (ayat ataupun hadits) harus didahulukan.&lt;br /&gt;[7]. Rasulullah ‘Alaihi shallatu wa sallam adalah ma’shum (dipelihara Allah dari kesalahan) dan para Shahabat Radhiyallahu ajmain secara keseluruhan dijauhkan Allah dari kesepakatan di atas kesesatan. Namun secara individu, tidak ada seorang pun dari mereka yang ma’shum. Jika ada perbedaan di antara para Imam atau yang selain mereka, maka perkara tersebut dikembalikan pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah j dengan me-maafkan orang yang keliru dan berprasangka baik bahwa ia adalah orang yang berijtihad.&lt;br /&gt;[8]. Bertengkar dalam masalah agama itu tercela, akan tetapi mujadalah (berbantahan) dengan cara yang baik itu masyru‘ah (disyariatkan). Dalam hal yang telah jelas (ada dalil dan keterangannya dalam al-Quran dan as- Sunnah ) dilarang berlarut-larut dalam pembicaraan panjang tentangnya, maka wajib mengikuti ketetapan dan menjauhi larangannya. Dan wajib menjauhkan diri untuk berlarut-larut dalam pembicaraan yang memang tidak ada ilmu bagi seorang muslim tentangnya (misalnya tentang Sifat Allah, qadha’ dan qadar, tentang ruh dan lainnya, yang ditegaskan bahwa itu termasuk urusan Allah Azza wa Jalla). Selanjutnya sudah selayaknya menyerahkan hal tersebut kepada Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Artinya : Tidaklah sesat suatu kaum setelah Allah memberikan petunjuk atas mereka kecuali mereka berbantah-bantahan kemudian membacakan ayat: ‘…Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud mem-bantah saja…’” [Az-Zukhruf : 58] [4]&lt;br /&gt;[9]. Kaum Muslimin wajib senantiasa mengikuti manhaj (metode) al-Quran dan as- Sunnah dalam menolak sesuatu, dalam hal ‘aqidah dan dalam menjelaskan suatu masalah. Oleh karena itu, suatu bid‘ah tidak boleh dibalas dengan bid’ah lagi, kekurangan tidak boleh dibalas dengan berlebih-lebihan atau sebaliknya.[5]&lt;br /&gt;[10]. Setiap perkara baru yang tidak ada sebelumnya di dalam agama adalah bid‘ah. Setiap bid‘ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.&lt;br /&gt;Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Artinya : Setiap bid‘ah adalah  kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di Neraka.” [6]&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, Po Box 264 Bogor 16001, Cetakan Pertama Jumadil Akhir 1425H/Agustus 2004M]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Lihat Buhuuts fii ‘Aqiidah Ahlis Sunnah wal Jamaa‘ah (hal. 44-45), Mujmal Ushuul Ahlis Sunnah wal Jamaa‘ah fil ‘Aqiidah (hal 5-9) karya Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim al ‘Aql dan kitab-kitab lainnya.&lt;br /&gt;[2]. Hadits ahad adalah hadits yang tidak mencapai derajat mutawatir, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh seorang periwayat atau lebih, tetapi periwayatannya dalam jumlah yang terhitung.&lt;br /&gt;[3]. HR.  Al-Bukhari (no. 2697) dan Muslim (no. 1718), dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha.&lt;br /&gt;[4]. HR. At-Tirmidzi (no. 3250), Ibnu Majah (no. 48), Ahmad (V/252, 256), disha-hihkan oleh al-Hakim (II/447-448) dan disepakati adz-Dzahabi. At-Tirmidzi ber-kata, “Hadits ini hasan.” Dari Shahabat Abu Umamah al-Bahily Radhiyallahu ‘anhu&lt;br /&gt;[5]. Maksud dari pernyataan ini adalah tentang bid’ahnya Jahmiyyah yang menafikan Sifat-Sifat Allah, dibantah oleh Musyabbihah (Mujassimah) yang menyamakan Allah dengan makhluk-Nya, atau seperti bid’ahnya Qadariyyah yang mengatakan bahwa makhluk mempunyai kemampuan dan kekuasaan yang tidak dicampuri oleh kekuasaan Allah ditentang oleh Jabariyyah yang mengatakan bahwa makhluk tidak mempunyai kekuasaan dan makhluk ini dipaksa menurut pendapat mereka. Ini adalah contoh tentang bid’ah yang dilawan dengan bid’ah. Wallaahu a’lam.&lt;br /&gt;[6]. HR. An-Nasa-i (III/189) dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu dengan sanad yang shahih. Lihat Shahih Sunan an-Nasa-i (I/346 no. 1487) dan Misykatul Mashaabih (I/51).&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1299&amp;amp;bagian=0"&gt;http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;amp;article_id=1299&amp;amp;bagian=0&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-9020900672682187227?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/9020900672682187227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=9020900672682187227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/9020900672682187227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/9020900672682187227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/kaidah-mengambil-dalil.html' title='Kaidah mengambil dalil'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-5262614418068180334</id><published>2010-08-05T00:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T17:04:59.290-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebesaran Allah'/><title type='text'>Dalil Al Qur'an Tentang Kecepatan Cahaya</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/dalil-al-quran-tentang-kecepatan-cahaya.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;b&gt;Dalil Al Qur'an Tentang Kecepatan Cahaya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_g_b26JRYTRg/SqPhLKawHiI/AAAAAAAAANw/1qBqZBSrTqo/s1600/speed_of_light_12000.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_b26JRYTRg/SqPhLKawHiI/AAAAAAAAANw/1qBqZBSrTqo/s320/speed_of_light_12000.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Assalammualaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda semua pasti sudah tahu apa itu cahaya. Cahaya mempunyai kecepatan yang luar biasa. Kecepatan cahaya adalah kecepatan gelombang elektromagnetik yang merupakan kecepatan tercepat di jagat raya ini, yaitu 299279.5 Km/detik, bisa dihitung dengan tepat berdasarkan informasi dari dokumen yang sangat tua, dukumen yang telah berusia 1400 tahun, yaitu Alqurân! Sip, mantap!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah diketahui, bahwa konstanta C atau kecepatan cahaya (kecepatan tercepat di jagat raya ini) diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut ini:&lt;br /&gt;1. US National Bureau of Standards, menyatakan bahwa C = 299792.4574 + 0.0011 km/det&lt;br /&gt;2. The British National Physical Lab, menyatakan bahwa C = 299792.4590 + 0.0008 km/det&lt;br /&gt;3. Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar, menyatakan bahwa satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Anda seharusnya tahu bahwa konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 Abad silam, yaitu Alqurân, kitab suci kita ummat Islam. Penemu hitungan ini adalah seorang ahli Pisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab ElNaby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi mukmin wal mukminat, dalam beberapa surat dan ayat, Allâh swt berfirman, yang bunyinya: Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (Qs. Yunus [10]:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat al-Anbiya, surat ke-21 ayat 33, Allâh swt berfirman: Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam surat as-Sajdah surat ke-32 ayat 5, Allâh swt berfirman: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar ayat-ayat diatas, terutama ayat terakhir (Qs. As-Sajdah [32]:5) dapat disimpulkan bahwa: Jarak yang dicapai Sang urusan selama satu hari sama dengan jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan. Dalam rumus dinyatakan: C . t = 12000 . L, dimana C adalah kecepatan Sang urusan, t adalah waktu selama satu hari, dan L adalah panjang rute edar bulan selama satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sistem kalender yang ada telah diuji, namun "Sistem kalender bulan sidereal" menghasilkan nilai C yang persis sama dengan nilai C yang sudah diketahui melalui pengukuran. Sebenarnya ada dua macam sistem kalender bulan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Sistem sinodik, didasarkan atas penampakkan semu gerak bulan dan matahari dari bumi. 1 hari berarti 24 jam dan 1 bulan berarti 29.53059 hari.&lt;br /&gt;2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang dan alam semesta. 1 hari berarti 23 jam 56 menit 4.0906 detik atau sama dengan 86164.0906 detik dan 1 bulan berarti 27.321661 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini penjelasan tentang perbedaan antara bulan sidereal dan sinodik tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, selain berotasi, bumi pun berputar mengelilingi matahari yang disebut juga revolusi bumi. Demikian halnya dengan bulan, selain mengelilingi bumi yang disebut revolusi bulan, di saat bersamaan, bulan pun berputar mengelilingi matahari. Coba hamba Allah bayangkan posisi antara matahari, bulan, dan bumi ketiganya sejajar secara berurutan pada satu garis horizontal (garis lurus kesamping). Lalu bayangkan bumi mulai bergerak ke atas, berputar mengelilingi matahari dan bulan pun bergerak mengelilingi bumi. Bumi berputar hingga mencapai sudut 26.928480 terhadap matahari dan ini berarti 3600 revolusi bulan (bulan mengelilingi bumi). Jadi waktu tempuh 3600 revolusi bulan sama dengan 26.928480 revolusi bumi dan jarak ini ditempuh selama 27.3231661 hari atau 655.71586 jam dan dinamakan "Satu bulan sidereal". Lalu dalam bayangan hamba Allah sekarang posisi bulan dan bumi berada pada satu garis horizontal, sedangkan matahari dan bumi sejajar pada kemiringan garis bersudut 26.928480 revolusi bumi. Lalu bumi dan bulan kembali berevolusi, bergerak, berputar. Dan setelah mencapai waktu 29.52 hari, bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi, dan periode ini disebut "Satu bulan sinodik". Selanjutnya sobat myqers perhatikan (bayangkan) rute bulan selama satu bulan sidereal. Rutenya bukan berupa lingkaran melainkan berbentuk kurva yang panjangnya L = v.T, dimana L adalah kurva, v adalah kecepatan bulan, dan T adalah periode revolusi bulan. Jadi L = v.T sama dengan 27.321661 hari. Lalu jika kita hitung sudut 27.321661 hari dibagi 365.25636 hari dan dikali 3600 sama dengan 26.928480. Hasil perhitungan ini menunjukkan sama dengan revolusi bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saudara tahu tentang kecepatan bulan (v), yaitu ada dua tipe kecepatan bulan:&lt;br /&gt;1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut: ve = 2 . p . R / T dimana R = jari-jari revolusi bulan = 384264 km. T = periode revolusi bulan = 655.71986 jam. Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam = 3682.07 km/jam.&lt;br /&gt;2. Kecepatan relatif terhadap bintang atau alam semesta (yang ini yang akan diperlukan). Einstein mengusulkan bahwa kecepatan jenis kedua ini dihitung dengan mengkalikan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = ve * Cos a dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal, jadi a = 26.928480.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, setelah kita berpusing-pusing liat rumus ini, rumus itu akhirnya kita sampai pada kesimpulan perhitungan rumus-rumus di atas, yaitu:&lt;br /&gt;C . t = 12000 . L&lt;br /&gt;C . t = 12000 . v . T&lt;br /&gt;C . t = 12000 . ( ve . Cos a ) . T&lt;br /&gt;C = 12000 . ve. Cos a . T / t&lt;br /&gt;C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 det&lt;br /&gt;C = 299792.5 km/det (ini hasil perhitungan berdasarkan Alqurân)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mesti ingat rumus sebelumnya bahwa; L = v . T, dan v = ve . Cos a, lalu ingat juga:&lt;br /&gt;ve = 3682.07 km/jam&lt;br /&gt;a = 26.928480&lt;br /&gt;T = 655.71986 jam&lt;br /&gt;t = 86164.0906 det&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saudara bandingkan antara C (kecepatan sang urusan) hasil perhitungan berdasarkan Alqurân dengan nilai C (kecepatan cahaya) yang sudah diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai C hasil perhitungan berdasarkan Alqurân adalah C = 299792.5 Km/det sedang Nilai C hasil pengukuran, menurut:&lt;br /&gt;1. US National Bureau of Standards adalah C = 299792.4574 + 0.0011 km/det&lt;br /&gt;2. The British National Physical Lab adalah C = 299792.4590 + 0.0008 km/det&lt;br /&gt;3. Konferensi ke-17 tentang Ukuran dan Berat Standar adalah, satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana? Keren nggak? Perhitungan yang dilakukan oleh manusia di Abad 20 ini ternyata bisa dan telah dihitung secara tepat oleh kitab yang turun di Abad 14 silam. Ini membuktikan bahwa Alqurân kitab yang tidak diragukan lagi kebenarannya dan Alqurân nggak pernah ketinggalan zaman, terlebih lagi Alqurân sudah ada sejak zaman itu sendiri belum ada, jadi mana mungkin Alqurân dikatakan sudah ketinggalan zaman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allâh swt berfirman:&lt;br /&gt;Alif Lâm Mîm. Turunnya Alqurân yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Rabb semesta alam. Tetapi mengapa mereka (orang-kafir) mengatakan: dia Muhammad mengada-adakannya. Sebenarnya Alqurân itu adalah kebenaran (yang datang) dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk. Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (Qs. As-Sajdah [32]:1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dari artikel Prof Elnaby, bahwa perhitungan ini membuktikan keakuratan dan konsistensi nilai konstanta C. hasil pengukuran selama ini dan juga menunjukkan kebenaran Alqurânul karim sebagai wahyu yang patut dipelajari dengan analisis yang tajam karena penulisnya adalah Sang Pencipta Alam Semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga keimanan kita terhadap Alqurân semakin kokoh dengan terus membaca, mengkaji, mentadaburi, mengamalkan segala yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang, Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="f"&gt;&lt;cite&gt;sumber: http://barokah345.blogspot.com&lt;/cite&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-5262614418068180334?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/5262614418068180334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=5262614418068180334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/5262614418068180334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/5262614418068180334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/dalil-al-quran-tentang-kecepatan-cahaya_05.html' title='Dalil Al Qur&apos;an Tentang Kecepatan Cahaya'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g_b26JRYTRg/SqPhLKawHiI/AAAAAAAAANw/1qBqZBSrTqo/s72-c/speed_of_light_12000.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-965636269041863878</id><published>2010-08-04T20:45:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T17:24:19.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apakah dukun mengetahui perkara gaib?'/><title type='text'>Benarkah Dukun Mengetahui Perkara Ghaib?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Oleh:&amp;nbsp; &lt;strong&gt;Muhammad Abdurrahman Al Khumayyis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Pembaca, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Biarpun dunia telah memasuki zaman millennium, yang kata orang sebagai zaman serba canggih dengan segala perangkatnya. Ternyata tidak sedikit orang yang terjebak dan mempercayai permainan omong kosong apa yang disebut dengan nama ‘dukun’. Ada yang menyebutnya dengan istilah ‘orang pintar’, paranormal maupun tukang ramal nasib. Yang dipercayai dapat mengetahui nasib seseorang atau perihal ghaib lainnya. Bukankah hal itu tidak lebih sebagai tipu daya belaka terhadap pasien atau orang-orang yang bertanya dan mempercayai kepadanya. Lantas, bagaimanakah sang dukun mengetahui hal yang ghaib? Apakah hal-hal ghaib bisa dipelajari? &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span id="more-301"&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Pembaca, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Insya Allah ringkasan berikut, dapat menjadi pengetahuan dan pedoman kita meluruskan aqidah secara benar. Kami nukilkan dari majalah Al Ashalah Edisi Dzulhijjah 1416 H, artikel yang berjudul ‘Ilmul Ghaib Wa Ahwal Kuhanah Wal ‘Arafin, Ditulis Oleh : Muhammad Abdurrahman Al Khumayyis. Juga kami sertakan ulasan singkat Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, yang dinukil dari Majmu’ Fatawa, Jilid 1 hal. 67. Semoga bermafaat. (Redaksi).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;BENARKAH  DUKUN MENGETAHUI PERKARA GHAIB?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt; Alhamdulillah, ash shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ba’du;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Sesungguhnya pengetahuan terhadap perkara ghaib termasuk hal yang menjadi rahasia Allah.Termasuk sifat Allah paling khusus, yang tidak ada seorang makhlukpun dapat menyamaiNya. Sebagaimana firmanNya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَيَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَافِي الْبَرِّوَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَحَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ اْلأَرْضِ وَلاَرَطْبٍ وَلاَيَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مًّبِينٍ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;(QS Al An’am : 59). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Dan firmanNya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;عَالِمَ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا . إِلاَّمَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;(QS Al Jin : 26,27). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Barangsiapa berkeyakinan, bahwa dirinya atau orang lain boleh menguasai perkara ghaib, berarti ia telah kafir. Karena perkara ini termasuk perkara yang tidak pernah diberitakan&amp;nbsp; kepada siapapun oleh Allah; tidak kepada para malaikat yang dekat dan tidak juga kepada para rasul yang diutus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Namun sangat  disayangkan, banyak diantara orang awam di sebagian negara-nega ra Islam yang  masih percaya kepada cerita-cerita &lt;em&gt;khurafat&lt;/em&gt; dan cerita-cerita &lt;em&gt;syirik&lt;/em&gt; orang-orang jahiliyah. Misalnya keyakinan, bahwa ada sebagian orang yang dapat mengetahui perkara ghaib. Seperti : dukun, tukang tenung atau yang sejenisnya. Kenyataan ini bisa didapati pada banyak negara Islam. Ini adalah kekeliruan yang sangat berbahaya dalam aqidah, karena merupakan perbuatan menyekutukan Allah dengan selainNya dalam hal yang menjadi kekhususan Allah, yaitu mengetahui perkara ghaib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Dalam sebuah  hadits,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Barangsiapa yang mendatangi tukang tenung atau dukun, lalu ia percaya dengan apa yang dikatakan dukun atau tukang tenung itu, berarti ia telah kafir dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad.(HR. Imam Ahmad) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Dukun-dukun itu telah banyak merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Masyarakat telah mengeluarkan banyak harta demi mendapatkan ilmu ghaib menurut sangkaan mereka- dan terkadang sang dukun memberitahukan kepada mereka beberapa perkara, sebagiannya (kebetulan-pent) benar dan sebagiannya lagi bohong. Bahkan sebagian besar adalah bohong. Sehingga terbaliklah tolok ukur kehidupannya, yaitu banyak orang mengatur hidup mereka berdasarkan saran-saran yang disampaikan oleh sang pendusta yang mengaku mengetahui perkara ghaib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Allah berfirman  kepada NabiNya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;قُل لآَّأَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَاشَآءَ اللهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَامَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Katakanlah,”Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;(QS  Al A’raf : 188). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Jika Nabi saja tidak mengetahui perkara ghaib, bahkan dengan terus terang beliau menafikan hal itu atas dirinya, maka orang selain beliau pasti tidak lebih tahu. Karena Beliau &amp;nbsp;lebih berhak daripada mereka. Beliau adalah anak keturunan Adam yang paling &lt;em&gt; afdhal&lt;/em&gt; secara mutlak. Ketika ada &lt;em&gt;nash&lt;/em&gt; yang&amp;nbsp; menyatakan, bahwa beliau  tidak mengetahui perkara ghaib, maka selain beliau pasti lebih tidak tahu lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Tergelincirnya banyak orang ke dalam kesalahan berbahaya ini, disebabkan oleh beberapa berita yang mereka lihat ‘benar’, yang berasal dari para pendusta itu. Sehingga keyakinan mereka semakin kuat, dan selanjutnya mempercayai cerita-cerita sang dukun berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Begitulah pintu kedustaan dan dajjal menjadi semakin terbuka. Para pendusta inipun menjelma menjadi wali-wali Allah (menurut dugaan mereka). Orang-orang awam (bodoh) itu&amp;nbsp; melupakan banyak hal. Diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Bahwa pengetahuan tentang perkara ghaib, termasuk perkara yang hanya diketahui oleh Allah. Bahkan sebagian pemberitaan para nabi terhadap perkara ghaib, semua itu hanyalah berdasarkan apa yang Allah beritakan kepada mereka dan bukan karena usaha mereka sendiri. Sebagaimana firman Allah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;عَالِمَ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا . إِلاَّمَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt; &lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt; (QS Al Jin : 26,27). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Bahwa kebanyakan orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib bukanlah orang baik-baik dan bertakwa. Bahkan ada diantara mereka yang &lt;em&gt;fajir&lt;/em&gt; (penjahat) lagi &lt;em&gt; zindiq&lt;/em&gt;. Mereka berkubang dalam banyak perbuatan yang diharamkan seperti ber&lt;em&gt;khalwat&lt;/em&gt; (berdua-duaan) dengan wanita yang halal dinikah, mengkonsumsi makanan haram dan lain-lain. Kenyataan ini menunjukkan, bahwa kabar-kabar tentang sebagian perkara ghaib kadang bersumber dari orang yang tidak shalih, bahkan non muslim. Bagaimana mungkin mereka ini bisa menjadi wali-wali Allah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Seandainya mengetahui hal yang ghaib itu merupakan buah dari keimanan yang benar, tentunya orang yang paling berhak ialah Rasulullah . Padahal Beliau telah menafikan hal itu terhadap diri beliau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Seandainya orang-orang ini benar dalam pengakuannya, yaitu mengetahui perkara ghaib, tentu mereka akan menghindarkan diri dari bencana-bencana atau kejahatan yang terkadang menimpa mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Adapun mengenai jalan yang ditempuh oleh para pendusta ini -sehingga bisa memberitakan sebagian perkara ghaib- yaitu sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Sebagian mereka mempunyai hubungan dengan jin. Jin-jin ini menyampaikan kepada si dukun sebagian berita benar yang dicuri oleh sang jin. Kemudian sang dukun ini membuat seratus kedustaan. Sebagaimana dalam sebuah hadits,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;قَالَتْ عَائِشَةُ زَوْجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أُنَاسٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْكُهَّانِ فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسُوا بِشَيْءٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ أَحْيَانًا بِالشَّيْءِ يَكُونُ حَقًّا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنَ الْحَقِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيُقِرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ فَيَخْلِطُونَ فِيهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Aisyah istri Nabi berkata, Ada sekelompok orang yang bertanya kepada Rasulullah masalah tukang dukun, Beliau menjawab,Mereka tidak ada apa-apanya. Orang-orang itu berkata, Wahai Rasulullah, terkadang mereka membicarakan sesuatu yang benar. Maka Rasulullah n menjawab, Itulah sebuah kalimat kebenaran yang dicuri oleh jin, lalu disampaikan kepada telinga walinya, lalu wali-wali jin ini mencampurinya dengan seratus kedustaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Sebagian orang terkadang memiliki firasat atau kemampuan untuk membaca apa yang sedang bergejolak dalam hati seseorang yang sedang berada di depannya. Lalu, ia memberitahukan sebagian saja sehingga ia menjadi kagum dan mengira, bahwa si penebak tadi seorang wali. Padahal kemampuan seperti ini bisa didapatkan dan dimiliki oleh orang-orang kafir di negeri-negeri mereka. Bisa juga dimiliki oleh sebagian psikolog atau selain mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;- Sebagian dukun itu juga meminta bantuan kepada pembantu-pembantunya yang menyelinap di tengah masyarakat. Sehingga bisa mengetahui nama seseorang atau sedikit tentang riwayat hidupnya, atau sesuatu yang ingin diketahuinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Jika sudah tahu, ia lalu menyampaikan berita tersebut kepada ‘sang dajjal’ (dalam hal ini dukun). Dengan modal berita, sang dukun menghadapi orang-orang yang tidak tahu, sehingga dianggapnya mengetahui semua perkara yang telah lewat. Karena itu, semua ucapannya tentang apa-apa yang akan datang dan masalah ghaibiyah menjadi bisa di terima.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Sebagai penutup. Saya ingatkan kepada kaum muslimin, agar jangan merusak agamanya, akidahnya, dunianya dan akhiratnya dengan&amp;nbsp; mendatangi dukun atau tukang tenung, meminta pendapat mereka maupun mempercayai mereka. Semua itu merupakan kekufuran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Mereka wajib bertaubat kepada Allah dari perbuatan tersebut, jika mereka sudah terlanjur tergelincir dalam perbuatan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Mereka wajib mengoreksi kembali akidahnya. Mengetahui hal-hal yang bisa memperbaiki dan hal yang bisa merusak. Ini merupakan kewajiban yang paling mendasar. Wallahu min wara’ al qhasd&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;HUKUM ORANG  YANG MENGAKU MENGETAHUI PERKARA GHAIB&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin pernah ditanya tentang hukum orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib. Maka, beliau menjawab sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Orang yang&amp;nbsp;  mengaku mengetahui perkara ghaib, berarti ia telah kafir. Sebab, ia telah  mendustakan Allah&amp;nbsp;. Allah berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;قُل لاَّيَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ الْغَيْبَ  إِلاَّ اللهُ وَمَايَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Katakanlah,”Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. (QS An Naml : 65). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Apabila Allah telah menyuruh NabiNya; Muhammad untuk mengumumkan kepada khalayak, bahwa tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah; maka orang yang mengaku mengetahuinya, berarti ia telah mendustkan Allah. Kita katakan kepada orang-orang ini, Bagaimana mungkin kalian mengetahui yang ghaib, padahal Nabi n tidak mengetahuinya? Apakah kalian lebih mulia, ataukah Rasulullah? Jika mereka menjawab, Kami lebih mulia, berarti mereka telah kafir akibat dari perkataannya ini. Jika mereka menjawab, Dia lebih mulia, maka kita katakan, Kenapa dia tidak mengetahui yang ghaib, sedangkan kalian bisa mengetahuinya? Padahal Allah berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;عَالِمَ الْغَيْبِ فَلاَ يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا . إِلاَّمَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. (QS Al Jin : 26,27). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Inilah ayat kedua yang menunjukkan kekufuran orang-orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib. Padahal Allah k telah memerintahkan NabiNya; Muhammad untuk menngumumkan kepada khalayak dengan firmanNya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;قُل لآأَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ اللهِ وَلآأَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلآأَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَايُوحَى إِلَيَّ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Katakanlah,Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu, bahwa aku ini Malaikat. Aku tidak mengikuti, kecuali apa yang telah diwahyukan kepadaku. (QS Al An’am : 50).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: Bookman Old Style;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.salafyoon.net/"&gt; www.salafyoon.net&lt;/a&gt; ( dipetik dari &amp;nbsp;Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun  VI/1423H/2003M)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-965636269041863878?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/965636269041863878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=965636269041863878' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/965636269041863878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/965636269041863878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/benarkah-dukun-mengetahui-perkara-ghaib.html' title='Benarkah Dukun Mengetahui Perkara Ghaib?'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-1941655101419678248</id><published>2010-08-04T20:37:00.001-07:00</published><updated>2010-08-25T17:24:19.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apakah dukun mengetahui perkara gaib?'/><title type='text'>Hakikat Karomah Wali Allah dan Wali Syaithan</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Buletin Islam Al Ilmu Jember&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Definisi Karomah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Diantara keyakinan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah meyakini adanya Karomah dan ia datang dari sisi Allah Ta’ala. Tahukah, apa yang dimaksud dengan Karomah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Karamah adalah kejadian di luar kebiasaan (tabiat manusia) yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: “Dan termasuk dari prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini adanya Karomah para wali dan apa-apa yang Allah perbuat dari keluarbiasaan melalui tangan-tangan mereka baik yang berkaitan dengan ilmu, mukasyafat (mengetahui hal-hal yang tersembunyi), bermacam-macam keluarbiasaan (kemampuan) atau pengaruh-pengaruh.” (Syarah Aqidah Al Wasithiyah hal.207).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1431"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Karomah ini tetap ada sampai akhir zaman dan terjadi pada umat ini lebih banyak daripada umat-umat sebelumnya, yang demikian itu menunjukan keridhoan Allah Ta’ala terhadap hamba-Nya dan sebagai pertolongan baginya dalam urusan dunianya atau agamanya. Namun bukan berarti Allah Ta’ala benci terhadap orang-orang yang tidak nampak karomah padanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Perkara “Karomah” ini telah tsabit (tetap) secara nash baik dalam Al Qur’an maupun Sunnah bahkan juga secara kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Kepada siapakah Karomah ini diberikan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Karomah ini Allah Ta’ala berikan kepada hamba-hamba-Nya yang benar-benar beriman serta bertaqwa kepada-Nya, yang disebut dengan wali Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman ketika menyebutkan tentang sifat-sifat wali-wali-Nya :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;“Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, yaitu orang-orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa”. (QS. Yunus: 62-63)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Dalam ayat ini Allah Ta’ala mengabarkan tentang keadaan wali-wali-Nya dan sifat-sifat mereka, yaitu: “Orang-orang yang beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya dan hari akhir serta beriman dengan takdir yang baik maupun yang buruk.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Kemudian mereka merealisasikan keimanan mereka dengan melakukan ketakwaan dengan cara melakukan segala perintah Allah Ta’ala dan meninggalkan segala larangan-Nya. (Taisir Karimir Rahman karya As Sa’di hal, 368)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Apakah wali Allah itu memiliki atribut-atribut tertentu?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa wali-wali Allah itu tidak memiliki sesuatu yang membedakan mereka dengan manusia lainnya dari perkara-perkara dhahir yang hukumnya mubah seperti pakaian, potongan rambut atau kuku. Dan merekapun terkadang dijumpai sebagai ahli Al Qur’an, ilmu agama, jihad, pedagang, pengrajin atau para petani. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/194)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Apakah wali Allah itu harus memiliki karamah? Lebih utama manakah antara wali yang memilikinya dengan yang tidak?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan bahwa tidak setiap wali itu harus memiliki karamah. Bahkan, wali Allah yang tidak memiliki karamah bisa jadi lebih utama daripada yang memilikinya. Oleh karena itu, karamah yang terjadi di kalangan para Tabi’in itu lebih banyak daripada di kalangan para Sahabat, padahal para Sahabat lebih tinggi derajatnya daripada para Tabi’in. (Disarikan dari Majmu’ Fatawa 11/283)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Apakah setiap yang di luar kebiasaan dinamakan dengan ‘Karamah’?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Asy Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Ar Rasyid rahimahullah memberi kesimpulan bahwa sesuatu yang di luar kebiasaan itu ada tiga macam: &lt;br /&gt;- Mu’jizat yang terjadi pada para Rasul dan Nabi&lt;br /&gt;- Karamah yang terjadi pada para wali Allah&lt;br /&gt;- Tipuan setan yang terjadi pada wali-wali setan (Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Sedangkan untuk mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan tentu saja dengan kita mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan pada masing-masing orang yang mendapatkannya (wali) tersebut. Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat seseorang berjalan di atas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #ff6600;"&gt;&lt;b&gt;Beberapa contoh Karamah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;1. Allah Ta’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَامَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: "Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.”. (QS. Al Imran: 37)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di berkata: “Ayat ini merupakan dalil akan adanya Karomah para wali yang keluar dari kebiasaan manusia, sebagaimana yang telah mutawatir dari hadits-hadits tentang permasalahan ini. Berbeda dengan orang-orang yang tidak meyakini tentang adanya Karomah ini.” (Taisir Karimur Rahman hal: 129)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;2. Apa yang terjadi pada “Ashhabul Kahfi” (penghuni gua). Suatu kisah agung yang terdapat dalam surat Al Kahfi. Allah berfirman :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ ءَامَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan pada mereka petunjuk.” (QS. Al Kahfi: 13).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Mereka ini (Ashabul Kahfi) sebelumnya hidup di tengah-tengah masyarakat yang kafir (dengan pemerintahan yang kafir) lalu mereka lari dari masyarakat itu. Dalam rangka menyelamatkan agama mereka, kemudian Allah melindungi mereka di dalam Al Kahfi (gua yang luas yang berada di gunung).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Tatkala Allah Ta’ala telah selamatkan mereka di dalam gua tersebut, lalu Allah tidurkan mereka dalam waktu yang sangat panjang, disebutkan dalam ayat:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;“Mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (Al Kahfi:25).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;3.Diantara Karomah para wali yang disebutkan dalam Al Qur’an adalah apa yang terjadi pada Dzul Qarnain yaitu seorang raja yang shalih yang Allah nyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الأرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;“Sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepadanya di muka bumi dan kami telah memberikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu”. (Al Kahfi :84)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;4. Diantara Karomah para wali juga apa yang terjadi pada kedua orang tua seorang anak yang dibunuh oleh nabi Khidhir yang ketika itu nabi Musa mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;”Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih padahal dia tidak membunuh orang lain?“ (Al Kahfi:74), yang kemudian Khidhir menjawabnya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" style="line-height: 350%;"&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Traditional Arabic; font-size: x-large;"&gt;وَأَمَّا الْغُلامُ فَكَانَ أَبَوَاهُ مُؤْمِنَيْنِ فَخَشِينَا أَنْ يُرْهِقَهُمَا طُغْيَانًا وَكُفْرًا&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;“Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang yang mukmin dan kami khawatir bahwa dia akan menariknya kepada kesesatan dan kekafiran.” (Al Kahfi:80)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;5. Apa yang telah diriwayatkan secara mutawatir tentang berita Salafus Shalih dari para Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam, Tabi’in, Tabiut Tabi’in dan generasi setelah mereka tentang perkara Karomah yang terjadi pada diri mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Perbedaan Antara Karomah Dan Perbuatan Syaithon&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Ada sesuatu yang bukan mu’jizat dan juga bukan Karomah, dia adalah “Al Ahwal As Syaithoniyyah” (perbuatan syaithon). Inilah yang banyak menipu kaum muslimin, dengan anggapan bahwa ia Karomah, padahal justru tidak ada kaitannya dengan Karomah, karena:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;- Karomah datangnya dari Allah Ta’ala sedangkan ia jelas datangnya dari syaithon. Sebagaimana yang terjadi pada Musailamah Al Kadzdzab dan Al Aswad Al Ansyi (Dua orang pendusta di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam yang mengaku menjadi nabi) dan menyampaikan perkara-perkara yang ghoib, ini jelas merupakan perbuatan syaithon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;- Demikian pula Karomah para wali disebabkan karena kuatnya keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah Ta’ala. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: ”Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah Ta’ala maka ia pun menjadi wali Allah Ta’ala”. Sedangkan perbuatan syaithon ini dikarenakan kufurnya mereka kepada Allah Ta’ala dengan melakukan kesyirikan-kesyirikan serta kemaksiatan kepada Allah Ta’ala, dan syarat-syarat tertentu yang harus ia lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;- Karomah merupakan suatu pemberian dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang shalih dengan tanpa susah payah darinya, berbeda dengan perbuatan syaithon, maka ini terjadi dengan susah payah setelah sebelumnya ia berbuat syirik kepada Allah Ta’ala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;- Karomah para wali tidak bisa disanggah atau dibatalkan dengan sesuatupun. Berbeda dengan perbuatan syaithon yang dapat dibatalkan dengan menyebut nama-nama Allah Ta’ala atau dibacakan ayat kursi atau yang semisalnya dari ayat-ayat Al Qur’an. Bahkan Syaikhul Islam menyebutkan bahwa ada seseorang yang terbang di atas udara kemudian datang seseorang dari Salafushshalih lalu dibacakan ayat kursi kepadanya maka seketika itu dia jatuh dan mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;- Karomah itu tidaklah menjadikan seseorang sombong dan merasa bangga diri, justru dengan adanya Karomah ini menjadikannya semakin bertaqwa kepada Allah dan semakin mensyukuri nikmat Allah Ta’ala. Adapun perbuatan syaithon bisa menjadikan seseorang bangga diri atau sombong dengan kemampuan yang dia miliki serta angkuh terhadap Allah Ta’ala, sehingga jelaslah bagi kita akan hakekat Karomah dan perbuatan syaithon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Syubhat dan Bantahannya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Ada beberapa kelompok yang mengingkari adanya Karomah, yaitu: Jahmiyah, Mu’tazilah’ dan sebagian dari Asy’ariyah. Mereka berdalil dengan syubhat-syubhat yang dilandasi dengan akal mereka yang rendah. Mereka mengatakan: ”Bahwa terjadinya Karomah itu hanya merupakan perkara yang akan menjadikan kesamaran antara nabi dengan para wali dan antara wali dengan Dajjal.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Bantahan syubhat ini (secara ringkas) adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Pertama: kita yakin dengan keyakinan yang penuh bahwa Karomah itu benar-benar ada berdasarkan dalil baik dari Al Qur’an maupun As Sunnah dan kenyataan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Kedua: ucapan mereka bahwa Karomah dapat menjadikan kesamaran antara wali dengan seorang Nabi, justru tidaklah demikian karena wali sama sekali tidak berkaitan dengan kenabian, dan apa yang terjadi dari Karomah itu dikarenakan kuatnya keimanan dan ketakwaan dia kepada Allah Ta’ala dan disebabkan waro’nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Sedangkan kesamaan antara wali dengan Dajjal, maka sungguh dapat dilihat dari kehidupan seseorang yang terjadi padanya keluarbiasaan itu. Kemudian dilihat dari keadaan orang ini apakah dia seorang yang shalih atau seorang yang fasiq. Demikianlah timbangan yang benar didalam menghukumi seseorang yang terjadi padanya perkara-perkara yang di luar kebiasaan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff6600; font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Macam-Macam Manusia Dalam Mensikapi Masalah Karomah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Pertama: Orang-orang yang mengingkari adanya Karomah yaitu dari kelompok ahli bid’ah seperti Mu’tazilah, Jahmiyyah, dan sebagian dari Asy’ariyah. Dengan alasan yang telah disebutkan diatas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Kedua: Orang-orang yang bersikap ghuluw (berlebih-lebihan) dalam menetapkan Karomah yaitu dari kalangan orang-orang “Sufi” dan para “Penyembah kubur”, yang menganggap segala keluarbiasaan itu sebagai Karomah, tanpa memperhatikan keadaan pelakunya atau pemiliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Ketiga: Orang-orang yang mengimani serta membenarkan adanya Karomah dan mereka tetapkan Karomah tersebut sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. Mereka itu adalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.&lt;br /&gt;(Lihat syarah Al Aqidah Al Wasithiyah oleh As Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hal: 207-208)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;Wallahu A’lam bis Shawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana; font-size: x-small;"&gt;[Dikutip dari Buletin Islam Al Ilmu Edisi 13/II/1425, diterbitkan Yayasan As Salafy Jember. Judul asli " Hakekat Karomah". Penulis Amin Albarabisy]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;div class="postinfo"&gt; &lt;span style="color: #215868; font-family: Verdana;"&gt;    DIarsipkan di bawah: &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/aqidah-ahlus-sunnah/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Aqidah Ahlus Sunnah"&gt;Aqidah Ahlus Sunnah&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wordpress.com/tag/matikan-bidah/" rel="category tag" title="Lihat seluruh tulisan dalam Matikan Bid'ah"&gt;Matikan Bid'ah&lt;/a&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-1941655101419678248?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/1941655101419678248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=1941655101419678248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/1941655101419678248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/1941655101419678248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/hakikat-karomah-wali-allah-dan-wali.html' title='Hakikat Karomah Wali Allah dan Wali Syaithan'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-1004919259614055894</id><published>2010-08-04T20:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T17:04:59.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebesaran Allah'/><title type='text'>DALIL ALQURAN TENTANG SUNGAI DIBAWAH LAUT</title><content type='html'>“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jewellitashop.files.wordpress.com/2010/03/sbl.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-152" height="199" src="http://jewellitashop.files.wordpress.com/2010/03/sbl.jpg?w=300&amp;amp;h=199" title="sbl" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan penyelam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br /&gt;Fenomena ganjil itu membingungkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut. Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;“Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.”&lt;/div&gt;Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jewellitashop.files.wordpress.com/2010/03/sungai-bwh-laut.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignleft size-medium wp-image-153" height="198" src="http://jewellitashop.files.wordpress.com/2010/03/sungai-bwh-laut.jpg?w=300&amp;amp;h=198" title="sungai bwh laut" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara. Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam.&lt;br /&gt;Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20.. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam. Allahu Akbar…!&lt;br /&gt;Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung.. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Bagaimanakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”&lt;br /&gt;Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico . Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.&amp;nbsp; Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT. Dalil : Al-Quran.&lt;br /&gt;http://jewellitashop.wordpress.com/2010/03/10/151/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-1004919259614055894?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/1004919259614055894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=1004919259614055894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/1004919259614055894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/1004919259614055894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/dalil-alquran-tentang-sungai-dibawah.html' title='DALIL ALQURAN TENTANG SUNGAI DIBAWAH LAUT'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-1066415289979813276</id><published>2010-08-03T13:00:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T16:24:40.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhir jaman'/><title type='text'>YAKJUJ d MAKJUJ dikurung dalam tembok ajaib</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.monstersontheshelf.com/sitebuildercontent/sitebuilderpictures/.pond/mole_people_dio.jpg.w300h225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://www.monstersontheshelf.com/sitebuildercontent/sitebuilderpictures/.pond/mole_people_dio.jpg.w300h225.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;DI sebalik pembinaan kota besar hasil kemajuan pembangunan dan kemodenan yang melanda hampir seluruh pelusuk dunia hari ini, masih terdapat satu kawasan rahsia di muka bumi ini yang menyimpan ribuan makhluk misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kini, penerokaan demi penerokaan di seluruh kawasan bumi masih belum menemui wilayah asing itu sekali gus menyebabkan kewujudan makhluk terbabit tidak akan dikenal pasti pengkaji atau manusia umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kewujudan makhluk itu adalah sahih dan suatu hari nanti, mereka akan muncul juga di hadapan manusia. Akan tetapi, ketika makhluk itu muncul, sudah terlambat untuk manusia berbuat apa-apa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada lagi kajian mengenai sejarah kewujudan atau penyelidikan sains dilakukan terhadap makhluk itu seperti penemuan artifak atau spesies baru ketika ini kerana sewaktu munculnya makhluk dikenali Yakjuj dan Makjuj itu, dunia sudah terlalu hampir dengan kiamat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dikurung ribuan tahun lalu, kewujudan dan lokasi ‘pusat tahanan’ Yakjuj dan Makjuj masih menjadi misteri kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kewujudan dua makhluk itu adalah pasti lantaran ia dinyatakan dalam al-Quran serta tergolong dalam perkara ghaib yang wajib diimani manusia menerusi tanda besar berlakunya kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensyarah Jabatan Al-Quran dan Al-Hadith, Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya (API-UM), Prof Madya Dr Fauzi Deraman, berkata Yakjuj dan Makjuj bukanlah berupa haiwan atau spesies lain sebaliknya ia adalah manusia yang berasal daripada keturunan Nabi Adam AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, mengikut hadis, bangsa Yakjuj dan Makjuj berasal daripada keturunan anak lelaki Nabi Nuh AS iaitu Yafis yang berkembang melewati masa sehinggalah Zulkarnain membina tembok bagi menghalang mereka keluar dari lokasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cerita mengenai sejarah Yakjuj dan Makjuj tertera dalam al-Quran menerusi surah al-Kahfi, ayat ke-92 hingga 98 manakala kebangkitan mereka dinyatakan dalam surah an-Anbiyaa’, ayat ke-96 dan 97,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman menerusi ayat surah al-Kahfi itu: “Kemudian dia (Zulkarnain) menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia sampai antara dua gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka berkata: ‘Hai Zulkarnain, sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj itu orang yang membuat kerosakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara mereka?’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Zulkarnain berkata: ‘Apa yang dikuasakan Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan peralatan), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah aku potongan-potongan besi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hingga apabila besi itu sudah sama rata dengan kedua-dua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: ‘Tiuplah (api itu)’. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka mereka tidak dapat mendakinya dan mereka tidak dapat melubanginya. Zulkarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat daripada Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku (kiamat), Dia akan menjadikannya hancur luluh dan janji Tuhanku itu adalah benar’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat surah an-Anbiyaa’ pula, Allah berfirman: “Hingga apabila dibukakan (tembok) Yakjuj dan Makjuj; dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan sudah dekatlah kedatangan janji yang benar (kaimat) maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang kafir. (Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian mengenai ini, bahkan kami adalah orang yang zalim’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Fauzi berkata, selain dua surah al-Quran itu, terdapat banyak hadis kuat yang membicarakan mengenai Yakjuj dan Makjuj tetapi terdapat juga perbezaan pendapat di kalangan ulama mengenai ciri-ciri bangsa itu yang tidak diterangkan nas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hadis riwayat Imam Ahmad pula menerangkan ciri fizikal Yakjuj dan Makjuj yang antara lain bermuka bulat dan kulit kekuningan seperti wajah kebanyakan penduduk Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ulama juga cenderung mengatakan Yakjuj dan Makjuj berasal dan dikurung di benua Asia Tengah berdasarkan tafsiran ayat ke-90 dari surah al-Khafi yang menyebut Zulkarnain sampai ‘di tempat terbit matahari’ iaitu timur dunia,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lain menambah yang Yakjuj dan Makjuj berkemungkinan berasal daripada bangsa Tartar dan Mongul manakala lokasi tahanan mereka adalah kawasan pergunungan luas Caucasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berkata, kebanyakan ulama menyatakan yang bangsa itu terus wujud sehingga kini tetapi dipisahkan daripada dunia manusia oleh Allah SWT menerusi tembok dibina Zulkarnain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya, tugas bangsa itu setiap hari sejak ribuan tahun lalu adalah mengorek tembok itu untuk tembus ke dunia manusia tetapi Allah masih menghalang mereka dengan kembali meneguhkan benteng berkenaan sehinggalah hampirnya hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah akan mengizinkan tembok itu runtuh dan Yakjuj dan Makjuj bebas ke dunia manusia apabila hampirnya kiamat dan peristiwa itu menjadi satu daripada 10 tanda besar kiamat,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakjuj dan Makjuj juga muncul selepas kematian Dajal yang dibunuh Nabi Isa AS dan bangsa itu akan mendatangkan kerosakan besar di muka bumi. Kekuatan mereka dikatakan luar biasa dan terlalu hebat sehingga tiada sesiapa yang mampu menewaskan kumpulan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nabi Isa AS memerintahkan manusia yang masih beriman berlindung di pergunungan bagi mengelak menjadi mangsa Yakjuj dan Makjuj; baginda kemudian berdoa kepada Allah SWT dan Allah membinasakan mereka dengan mengutuskan ulat yang menyerang belakang badan golongan itu sehingga mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selepas bangsa Yakjuj dan Makjuj mati serta menjadi busuk, Allah mengutuskan seekor burung besar untuk mengangkut dan membersihkan mayat itu dari bumi,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyoroti dalil kewujudan Yakjuj dan Makjuj, manusia seharusnya yakin mempertahankan akidah Islam dan tidak bertangguh memohon keampunan dan keredaan Allah kerana mereka yang masih lalai adalah golongan yang diterangkan dalam surah an-Anbiyaa’ di atas seperti firman-Nya: “(Mereka berkata): ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian mengenai ini, bahkan kami adalah orang yang zalim’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA&lt;br /&gt;Yakjuj dan Makjuj&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Ketika kemunculannya, mereka dikatakan akan menuju ke sebuah tasik di Palestin dan akan minum air tasik itu sehingga kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Memiliki zuriat yang ramai dan dikatakan tidak akan mati sehingga melahirkan lebih 1,000 zuriat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Tiada siapa mampu menewaskan mereka dan hanya binasa dengan kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Muncul selepas turunnya Nabi Isa AS dan Dajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Dalam sebuah hadis, Rasulullah menyatakan kebimbangannya apabila pada zaman baginda, Yakjuj dan Makjuj dikatakan sudah berjaya menebuk benteng Zulkarnain sebesar bulatan dibentuk ibu jari dan jari telunjuk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-1066415289979813276?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/1066415289979813276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=1066415289979813276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/1066415289979813276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/1066415289979813276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/yakjuj-d-makjuj-dikurung-dalam-tembok.html' title='YAKJUJ d MAKJUJ dikurung dalam tembok ajaib'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-6872437060800764834</id><published>2010-08-03T10:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T06:29:19.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apakah dukun mengetahui perkara gaib?'/><title type='text'>Saat Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://www.fik.web.id/2010/05/kisah-iblis-bertemu-nabi-muhammad-saw.html"&gt;Kisah Iblis bertemu Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;&lt;div class="post-body entry-content"&gt;&lt;style&gt;.fullpost{display:inline;}&lt;/style&gt; Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersama Rasulullah SAW dirumah salah seorang sahabat anshar, dimana saat itu kami ditengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya kepada para jamaah, "Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu ?". Mereka menjawab, "Tentu Alllah SWT dan Rasul-Nya lebih tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah SAW menjelaskan, "ini adalah iblis yang terkutuk -semoga Allah senantiasa melaknatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "YA Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?". Beliau Nabi SAW menjawab, "bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk mahluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintahkan untuk datang kesini, maka pahamilah apa yang diucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata : Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah keatas tidak ke samping. Sedangkan kepalanya seperti gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;Ia datang sambil memberi salam. "Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu'alaikum ya jamaa'atal-muslimim. " kata iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin (Keselamatan hanya milik Allah wahai mahluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut wahai iblis?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, saya datang kesini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang kesini karena terpaksa", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini wahai mahluk terkutuk?" tanya Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Agung, dimana utusan itu berkata kepadaku, 'Sesungguhnya Allah SWT memerintahmu untuk datang kepada Muhammad SAW sementara engkau adalah mahluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam AS, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad SAW dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah SWT, jika engkau menjawab dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah SWT jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawab dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu siapa lagi yang palimg engkau benci?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah SWT ", jawab iblis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah SAW. &lt;br /&gt;"Orang alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil, dan najis)", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa lagi?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada mahluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah SWT tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar," jelas iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu siapa lagi wahai iblis?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang kaya yang bersyukur", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu, bahwa ia bersyukur?" Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?" Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa wahai mahluk yang terkutuk?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sesunguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT sekali sujud, maka Allah SWT akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al-Qur'an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila mereka bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan; Dengan sedekah itu, Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi dikalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit," tutur iblis menjelaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Ia sewaktu Jahiliyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan Umar bin Khaththab?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Demi Allah SWT, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan Utsman?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya", jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali" tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan", tutur Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummtmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca Al-Qur'an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis (murni)," tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis itu?" Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab dengan panjang lebar, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni karena Allah SWT. Apabila saya melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku daripada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu saya memiliki tujuh puluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuh puluh ribu setan. Diantara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya. Diantara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud. Mereka keluar-masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshish seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan doanya ia sanggup menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam kitab-Nya dengan firman-Nya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia : 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'sesungguhnya aku cuci tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam". (QS.Al-Hasyr:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari saya, saya adalah yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas nama Allah dengan berbohong maka ia adalah kekasihku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas nama Allah, "Bahwa saya akan memberi nasihat kepada kalian berdua'. Maka sumpah bohong itu menyenangkan hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku. Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi haram. Kemudian dari pasangan tersebut menghasilkan keturunan sampai hari Kiamat nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, 'Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan' sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat diluar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan diluar waktunya itu akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, 'Lihatlah ke kanan dan ke kiri'. Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap didepan matanya sembari berkata, 'engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik lamanya'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintahkan untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai dilehernya. Ketika ia sednag ruku' saya tarik kepalanya keatas sebelum imam bangun dari ruku' dan saya turunkan sebelum imam turun. Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk kedalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, 'Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah'. Saya pun berkata kepada orang yang sakit, 'Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, '...dan tidak apa-apa bagi seorang yang sedang sakit...' (QS An-Nur:61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat. Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW meneruskan pertanyaannya, "Wahai mahluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?".&lt;br /&gt;"Orang-orang yang suka makan riba", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu siapa teman dekatmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang berzina", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa teman tidurmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang mabuk", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa tamumu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Pencuri", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa utusanmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Tukang sihir", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang menyenangkan pandangan matamu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang bersumpah dengan talak", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa kekasihmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai mahluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah SWT", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuat hatimu panas?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Banyak beristighfar kepada Allah, baik di malam hari maupun di siang hari", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu merasa malu dan hina?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sedekah secara rahasia", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang menjadikan matamu buta?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Shalat diwaktu sahur", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Memperbanyak shalat berjamaah", tutur Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa orang yang paling membahagiakanmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang sengaja meninggalkan shalat", tutur Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang paling celaka menurut engkau?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang-orang yang kikir", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling menyita pekerjaanmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Majelis orang-orang alim", jawab Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana cara engkau makan?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Dengan tangan kiriku dan jari-jemariku", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana engkau mencari tempat berteduh untuk anak-anakmu diwaktu panas?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Dibawah kuku manusia", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhanmu?", Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sepuluh macam", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa saja itu wahai mahluk terkutuk?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Iblis pun menjawab : "Saya meminta-Nya agar saya bisa berserikat dengan anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah SWT : 'Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka'. QS.Al-Isra':64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah SWT: 'Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki'. (QS.Al-Isra':64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya Al-Qur'an, maka syair adalah Al-Qur'anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah penggilan adzanku. Saya memohon kepada-Nya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya memiliki teman-teman yang menolongku, maka kelompok Al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Itulah maksud firman Allah SWT : 'Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya'. (QS.Al-Isra':27) ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata kepada Iblis, "Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu". Lalu Iblis berkata lagi, "Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan kemanapun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku. 'Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta'. Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis melanjutkan lagi, "Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya'. Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur terlebih dahulu sebelum menjalankan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan ditengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala. Sehingga yang tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal, dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di majelis pengajian dan ketika khatib sedang berkuthbah. Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis melanjutkan lagi, "Setiap kali ada perempuan keluar mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, 'Keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis melanjutkan lagi, "Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikit pun. Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan dua kalimat Syahadat, 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya'. Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit pun kepada siapa saja. Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanat dari Allah. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (Hujjah) Allah SWT terhadap mahluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah sebagai orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW kemudian membacakan firman Allah SWT : "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi Rahmat oleh Tuhanmu'. (QS.Hud:118-119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau Nabi SAW melanjutkan dengan firman Allah SWT : "Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku". (QS.Al-Ahzab:38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas Rasulullah SAW berkata lagi kepada iblis, "Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Wahai Rasulullah, Ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari Kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah Yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khathib para penduduk Surga, Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang celaka dan Khatib para penduduk Neraka. Saya adalah mahluk yang celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu, dan saya mengatakan sejujurnya ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Awal dan Akhir, Zhahir dan Bathin Dan semoga Shalawat dan Salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan para Nabi.&lt;br /&gt;------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad SAW, yang ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha'i Al-Andalusia), 17 Ramadhan 560 H - 22 Rabi'uts-Tsani 638 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat buat kita semua, para pengikut Rasulullah SAW, manusia pilihan, tuan para Nabi dan Khathib para penduduk Surga. Semoga pula kita diberikan-Nya kemampuan dan ketebalan iman untuk mengiktu Al-Qur'an &amp;amp; Al-Hadits, kemudian dihari berbangkit nanti oleh Allah SWT, kita digolongkan didalam barisan dan kelompoknya Nabi Muhammad SAW. Amin. Akhirul kalam, afwan jika ada kekeliruan dan apabila menjadikan kurang berkenan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.fik.web.id/2010/05/kisah-iblis-bertemu-nabi-muhammad-saw.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-6872437060800764834?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/6872437060800764834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=6872437060800764834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/6872437060800764834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/6872437060800764834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/saat-iblis-bertamu-kepada-rasulullah.html' title='Saat Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-5992198412894255240</id><published>2010-08-03T10:34:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T17:04:59.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebesaran Allah'/><title type='text'>Evolusi di Alam dan Eksistensi Manusia</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="2"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="60"&gt;                 &lt;/td&gt;       &lt;td&gt;          &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUSExMWFRUVGCAaGBgXGBgdGhgXGiAbGBgbGxkdHCYeIBojGxsfHy8gIycpLC0sGh4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOFw8PGiwdHCQpLCwpLCksKSksLCwpLCwsKSwsLCwsLCkpKiwsLCwpKSwpLCkpLCkpLCksKSwpKSwpKf/AABEIAG4AiQMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAACAwEGAAQFBwj/xAA6EAABAwIEAwcCBgECBwEAAAABAhEhADEDEkFRBGFxBSKBkaGx8AbBEzJC0eHxUhRiBxYjM1Ny0hX/xAAXAQADAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQID/8QAHhEBAQACAgMBAQAAAAAAAAAAAAECEQMSITFBURP/2gAMAwEAAhEDEQA/APE0kW9/VvH7URQe8CoeveZxEe7VGJh5Ydxq1n5bxyFT/pzle8texv4wPaqACeQpuGqCNDLA6swPX+edCjDBZzl53noJA5sf2L8olPvM9bQRpenoMw0Fag0Eywc66AOX1aoUqGYvq5sZsOjeVTgqZQLAAnW0S03HLpU4CQSQokSG6vOo0fWq0AqAJhgG57Wdr6bUzAX+GrNlChIyr1eNGdjqNRUJSbEFm0hwPTn4Cl5Nv4gfIo0DsIEgOQw7ozGAC5LC+5j3NIB0fV+T1iT/ABRqw2Zi8P0310o0EBYEp8Y9OY61iipg9n+e/rU5WFtSHGpjXp70GKpzeNOQ0hy3SgBAuKzLq9FiO55zr5zPOixcEpazPcEXGxFSGK7qTAkNq93fppSyt4Dh/n70ScN5eG8joOseVEnBIGYWGpYh3tME6t12NIAyFrWu/r8503/UJ/8AEjzxP/ulFDQQ7+fQ1jH/ABPrT2GJ3EN510uC4LvMpn/TLMSxSp9tdq5ue0N8vXZ4DiBmBIy5iMpDFgCQ2pvvJHQVtxa35Ky2eDeETh5VZyXdiAlzJuNLAydetRgdlhaIcF7FOgF/Ca6hw1HEVi/h50QVKSIBMa+Ec+dd/s7HQQQoBIYMD47i9bb+Dp9VbB7JbDxEZAtSmyKzEZWd2Ag5hEuYDVz8HslUpyzGtiCznwNhu9X3jEYJISMubVKWFhUcNgpKmDkaezedOzGp1lFW7S+jcfBwE8QpCvw1SCQW0DdK4icMPlV+U6gEtMkB2e+1e3dp9qKx+CHDkMhBEtrOUe9Ubi/pPviEgKmRs8Oxu3rWfXZ26UhCcpcgwCGDbZfm8zrSVcOQW9jy3+c6tGJ2AtLML3OrHu7gcxzaa5PE9nlOhbm0DSelTcC7OYrCYCxsWeGO7SNuVKUdPjaV1PwHKrB7hLAFvyxAZ58PCtTFwX8Itrp85VFitlY6SDIIJDl+cgiBcdd9aDFNrW5W6aW8X5084hPdU5DMALgaXnoKBQGWyiSLmwmCJkNE8qnQJaJ+bUWLiOWDgPCXf18fU1igXbQyzxy12oEjVvO1To0pJBIiYs/lt1p/4P8AvR51rqAYF/nz2NTn/wBw8v4ooEpBS4ZoBkaFiOj36UzB4gizaPA0tp/da4bNMh5bUa01KIOmVmtr1PjVShcvpX6h/DzIPeGICnK2mzM7Ntt597gsFLFlBW42L6Tp96834VZSnMC2UhiLg3u4Lxz8HrrcH2woQ7BgwcwwuJZzfZyYmtpk1li2jBCCcyQQrV3tOr2vPtZeArLmUj9Ogdsw2s0NTuze3sPEASsJGgVISZPkTsdr12MHhkYPeKSvDP6khymLqn8oqrdDrtycDtLEzOQrLpIIeXcVbOzMbMllJBBDOmPIX96nhfpjBxkA4JSpO6ZSecH49XTsX6UwwlylzdzJfrWOXNIfSTzVZT9MpWLm+vwTWlxn0EkuwD8310r01PZKBaK1+N4UJG1ZznrO4Y5enh/a/wBBrSTGmgD7ctveq1x300UDMQ5BIIDkkz3uQ8XcOxFe9YyUkz5g/vXO4/sNGJtbUHwrackvtleOz0+fcbs9QzZgUkQHMxpMvWmAURILzDhgxEGC5FiNB0r2Dtz6MSQShLbRc8jt9xVC7T7AKHhRYvJ0EdbU7j+JmX6qoABkbW1/Z+nhQLxJdhrYMPCulxfDd38rEC41JL94voLN/NaC3EECHFh9rm81lppApDgBxrB362qP9KeXmP3qSkiDrLafJofwzQYk4hB6GNJ8PtQBMPsZH3osPCJIDgPZyAPMlgKF/W/z7VAO7w/yDTLw/Ln96d3mdgRAJAgQMs2Dh/I7UoqKdy8AtEEGN/5FThCGggkOdQzuAel4NaSh0eC7QUk/mLHS4IsxHSGq3dg9sqwvyOUm6MwyvF0qjeI9KoaMUbaDwtMc3HSujw/FAB0hlXJBk+sVtPJ9tPX/AKY7b4ZWICnEHDYqpKRlCVbuPyn3nxr0DB+oVYasuKglDOMTDBO7um+1nvXznh9rhbJWMzf5CQNWbmd/KrH2d2/i8P3cIw7lKiCxTyNiDq8Vjnxb9NJySzWT3jA+o+HWQlOKgqP6X70Xi9VP6s+rAlSkJMixE2YF9H5Gqqr6nwMUf9TBKSuMxAkCAQUu15EXrncVwCFq72JiCCE9428b/wA8qzx4bvyO2GPmLX2N2grGSoqUkF+6oDYSFaeVbXDdo9/KtSVDQ1SuDCsMFKMVREifPTWnqxlgEGczAQHToWZm8Yrf+bLLllq9Y2MkgjQx/VcXtPsNOIlT62s4Z4Ia160OD7WxFFiGQk5RAcmJJB9q6B46XcNz8acljHLKV5z279MFJKgI8QDuPP2qk8bg5SSxH9vGwYivb+0uHCwuWJBYM76T8vXmXbvZl2aBmhz1FobX3tTyx35GOVVBxqKzIn/d5D96bigpsGIl+Rhuf90jONvWsa2SU6ET5c6gKbQeT1mIQ5YRpy8dalK/bblUBmewLsDRogkHwfUfzypeV29YqbOY1DH5pvVA1CizMWk3ADgb7i7eFSgkySQ3jyHrFLVBmR+92phUCAZnz/8AZyLaM96qUm3hcWP1OeRgnmTpyE9DrtYHaFx5uZfk3h5VywkvBl2vJjyajQWYKBCczE2mM0tcDr6zrMk2LHhdpwH8ARLEGc0O0GuieMcBy5Fg9jeCPbcGqijGkHMNS2zW5A7aeBpmH2gWbMWh9gGazetXuI1VxR2olSbkqcF2LhtAdml+XiXr7U/wxe7onchhL2dzrFU4cXYjMzTmIYq1Zh+X49HjcT3ncPdwXvoH3+a0F5XrgeMUqAoEvEj5FdLBxFN3kqBOzjbW12FebYfFYjEg2VoID2AIh79QDzrocJ9VY+EVKCiM4iAQQIZrhnjpRbE6q9Y3H4iUlSkAIyliTMXcWebWqo9vcWtSA8JmIB1cH9nmNq53/MKi7zcs7gKs+3OK0+0O3VYmZT912lh0DevhUWxWq5HFokkDu/frWo4507GU4dxJt97Nr6VrvWbaDeWv/elSw0t5GpyySQ48t/Wiw8Fx4PcOZYgbnl1rMywknny5CfLWsQDRKxSwAJbZ9L+TzTApL3Vc97ccwNba0gDAxlJLgz4etQUsHcRBGv8AVTiYZBZUEaEHl60Y4YlOYA6lywBHJ7m9UHW7C+nsTiXGF3ilOYpBkGeV773FaPE8PkJBDKSWVoROx16Vbf8AhL9TI4TjUnE/7SgUl5ZRFxEWpP8AxOxMP/8ARXiYOXKe8G/yYl/A6Vt8R9VHB4kjMxd7uHcddNX5Eg3qF8STs52AA8B+0Viy7F3Mkhmv9vKseSSSNo0ZgI1/moM3AxCAU3BYqaWkMRaXLXl2o8NV3c7Ho+h5CkYRLsDfmwj541nEY+cJkuAxgAcmAG131o2NNr8Y5XB/UJdhuzXfm/vUrxyWDtmN1HdmL6PJdq1cPFDhx3Q7atr860GZw+bWx92Ztd96OxdW1i8SQsk5e6f0s0Oze70gd7KnWZcbv0GtIzb26UcEvZxoddX10McxStVpmKskSX5tcWDRS/wenmP3o8kXcez8qL8JH+R+eFIwLabvmu4tOl38awLI2nYDl5f3zoMU949TRBZJKjJvUAQFiS0zFvk+VQnEsRB1L3e/g0N+9QvfQ21YOaxCNB8igJIBGxHi55epoTTMbAygbz6FvnWpw1wcxOltpIHn5U4GYC21I3bn9mo3LuplEXSonoDBBJDuw22elnDLPEjN4O1Z+B86gke1XstD/CbKcybs0xaVRYv6HahxnBY8rWtFvm9QhDh9cwF93uGppwcqhmYspjdizE2YsbXFIy84lMKmDI8hb+6DEFuc2a/o1N7Q4U4S1YZIdJlrWeD47UsBwZNnnrP2pbCMVT7D5tQlTsPf26fvTEAMTy1nUUOGHhtz5SfOlQNGDBVcO1xdiRF2jb7UvL53k6XqU4RfwB8C370GakBgizG0F9X6Wag/CNN4XBzYiEgtmUA7Wcs7PS/xzsPKmH//2Q==" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUSExMWFRUVGCAaGBgXGBgdGhgXGiAbGBgbGxkdHCYeIBojGxsfHy8gIycpLC0sGh4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOFw8PGiwdHCQpLCwpLCksKSksLCwpLCwsKSwsLCwsLCkpKiwsLCwpKSwpLCkpLCkpLCksKSwpKSwpKf/AABEIAG4AiQMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAACAwEGAAQFBwj/xAA6EAABAwIEAwcCBgECBwEAAAABAhEhADEDEkFRBGFxBSKBkaGx8AbBEzJC0eHxUhRiBxYjM1Ny0hX/xAAXAQADAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAQID/8QAHhEBAQACAgMBAQAAAAAAAAAAAAECEQMSITFBURP/2gAMAwEAAhEDEQA/APE0kW9/VvH7URQe8CoeveZxEe7VGJh5Ydxq1n5bxyFT/pzle8texv4wPaqACeQpuGqCNDLA6swPX+edCjDBZzl53noJA5sf2L8olPvM9bQRpenoMw0Fag0Eywc66AOX1aoUqGYvq5sZsOjeVTgqZQLAAnW0S03HLpU4CQSQokSG6vOo0fWq0AqAJhgG57Wdr6bUzAX+GrNlChIyr1eNGdjqNRUJSbEFm0hwPTn4Cl5Nv4gfIo0DsIEgOQw7ozGAC5LC+5j3NIB0fV+T1iT/ABRqw2Zi8P0310o0EBYEp8Y9OY61iipg9n+e/rU5WFtSHGpjXp70GKpzeNOQ0hy3SgBAuKzLq9FiO55zr5zPOixcEpazPcEXGxFSGK7qTAkNq93fppSyt4Dh/n70ScN5eG8joOseVEnBIGYWGpYh3tME6t12NIAyFrWu/r8503/UJ/8AEjzxP/ulFDQQ7+fQ1jH/ABPrT2GJ3EN510uC4LvMpn/TLMSxSp9tdq5ue0N8vXZ4DiBmBIy5iMpDFgCQ2pvvJHQVtxa35Ky2eDeETh5VZyXdiAlzJuNLAydetRgdlhaIcF7FOgF/Ca6hw1HEVi/h50QVKSIBMa+Ec+dd/s7HQQQoBIYMD47i9bb+Dp9VbB7JbDxEZAtSmyKzEZWd2Ag5hEuYDVz8HslUpyzGtiCznwNhu9X3jEYJISMubVKWFhUcNgpKmDkaezedOzGp1lFW7S+jcfBwE8QpCvw1SCQW0DdK4icMPlV+U6gEtMkB2e+1e3dp9qKx+CHDkMhBEtrOUe9Ubi/pPviEgKmRs8Oxu3rWfXZ26UhCcpcgwCGDbZfm8zrSVcOQW9jy3+c6tGJ2AtLML3OrHu7gcxzaa5PE9nlOhbm0DSelTcC7OYrCYCxsWeGO7SNuVKUdPjaV1PwHKrB7hLAFvyxAZ58PCtTFwX8Itrp85VFitlY6SDIIJDl+cgiBcdd9aDFNrW5W6aW8X5084hPdU5DMALgaXnoKBQGWyiSLmwmCJkNE8qnQJaJ+bUWLiOWDgPCXf18fU1igXbQyzxy12oEjVvO1To0pJBIiYs/lt1p/4P8AvR51rqAYF/nz2NTn/wBw8v4ooEpBS4ZoBkaFiOj36UzB4gizaPA0tp/da4bNMh5bUa01KIOmVmtr1PjVShcvpX6h/DzIPeGICnK2mzM7Ntt597gsFLFlBW42L6Tp96834VZSnMC2UhiLg3u4Lxz8HrrcH2woQ7BgwcwwuJZzfZyYmtpk1li2jBCCcyQQrV3tOr2vPtZeArLmUj9Ogdsw2s0NTuze3sPEASsJGgVISZPkTsdr12MHhkYPeKSvDP6khymLqn8oqrdDrtycDtLEzOQrLpIIeXcVbOzMbMllJBBDOmPIX96nhfpjBxkA4JSpO6ZSecH49XTsX6UwwlylzdzJfrWOXNIfSTzVZT9MpWLm+vwTWlxn0EkuwD8310r01PZKBaK1+N4UJG1ZznrO4Y5enh/a/wBBrSTGmgD7ctveq1x300UDMQ5BIIDkkz3uQ8XcOxFe9YyUkz5g/vXO4/sNGJtbUHwrackvtleOz0+fcbs9QzZgUkQHMxpMvWmAURILzDhgxEGC5FiNB0r2Dtz6MSQShLbRc8jt9xVC7T7AKHhRYvJ0EdbU7j+JmX6qoABkbW1/Z+nhQLxJdhrYMPCulxfDd38rEC41JL94voLN/NaC3EECHFh9rm81lppApDgBxrB362qP9KeXmP3qSkiDrLafJofwzQYk4hB6GNJ8PtQBMPsZH3osPCJIDgPZyAPMlgKF/W/z7VAO7w/yDTLw/Ln96d3mdgRAJAgQMs2Dh/I7UoqKdy8AtEEGN/5FThCGggkOdQzuAel4NaSh0eC7QUk/mLHS4IsxHSGq3dg9sqwvyOUm6MwyvF0qjeI9KoaMUbaDwtMc3HSujw/FAB0hlXJBk+sVtPJ9tPX/AKY7b4ZWICnEHDYqpKRlCVbuPyn3nxr0DB+oVYasuKglDOMTDBO7um+1nvXznh9rhbJWMzf5CQNWbmd/KrH2d2/i8P3cIw7lKiCxTyNiDq8Vjnxb9NJySzWT3jA+o+HWQlOKgqP6X70Xi9VP6s+rAlSkJMixE2YF9H5Gqqr6nwMUf9TBKSuMxAkCAQUu15EXrncVwCFq72JiCCE9428b/wA8qzx4bvyO2GPmLX2N2grGSoqUkF+6oDYSFaeVbXDdo9/KtSVDQ1SuDCsMFKMVREifPTWnqxlgEGczAQHToWZm8Yrf+bLLllq9Y2MkgjQx/VcXtPsNOIlT62s4Z4Ia160OD7WxFFiGQk5RAcmJJB9q6B46XcNz8acljHLKV5z279MFJKgI8QDuPP2qk8bg5SSxH9vGwYivb+0uHCwuWJBYM76T8vXmXbvZl2aBmhz1FobX3tTyx35GOVVBxqKzIn/d5D96bigpsGIl+Rhuf90jONvWsa2SU6ET5c6gKbQeT1mIQ5YRpy8dalK/bblUBmewLsDRogkHwfUfzypeV29YqbOY1DH5pvVA1CizMWk3ADgb7i7eFSgkySQ3jyHrFLVBmR+92phUCAZnz/8AZyLaM96qUm3hcWP1OeRgnmTpyE9DrtYHaFx5uZfk3h5VywkvBl2vJjyajQWYKBCczE2mM0tcDr6zrMk2LHhdpwH8ARLEGc0O0GuieMcBy5Fg9jeCPbcGqijGkHMNS2zW5A7aeBpmH2gWbMWh9gGazetXuI1VxR2olSbkqcF2LhtAdml+XiXr7U/wxe7onchhL2dzrFU4cXYjMzTmIYq1Zh+X49HjcT3ncPdwXvoH3+a0F5XrgeMUqAoEvEj5FdLBxFN3kqBOzjbW12FebYfFYjEg2VoID2AIh79QDzrocJ9VY+EVKCiM4iAQQIZrhnjpRbE6q9Y3H4iUlSkAIyliTMXcWebWqo9vcWtSA8JmIB1cH9nmNq53/MKi7zcs7gKs+3OK0+0O3VYmZT912lh0DevhUWxWq5HFokkDu/frWo4507GU4dxJt97Nr6VrvWbaDeWv/elSw0t5GpyySQ48t/Wiw8Fx4PcOZYgbnl1rMywknny5CfLWsQDRKxSwAJbZ9L+TzTApL3Vc97ccwNba0gDAxlJLgz4etQUsHcRBGv8AVTiYZBZUEaEHl60Y4YlOYA6lywBHJ7m9UHW7C+nsTiXGF3ilOYpBkGeV773FaPE8PkJBDKSWVoROx16Vbf8AhL9TI4TjUnE/7SgUl5ZRFxEWpP8AxOxMP/8ARXiYOXKe8G/yYl/A6Vt8R9VHB4kjMxd7uHcddNX5Eg3qF8STs52AA8B+0Viy7F3Mkhmv9vKseSSSNo0ZgI1/moM3AxCAU3BYqaWkMRaXLXl2o8NV3c7Ho+h5CkYRLsDfmwj541nEY+cJkuAxgAcmAG131o2NNr8Y5XB/UJdhuzXfm/vUrxyWDtmN1HdmL6PJdq1cPFDhx3Q7atr860GZw+bWx92Ztd96OxdW1i8SQsk5e6f0s0Oze70gd7KnWZcbv0GtIzb26UcEvZxoddX10McxStVpmKskSX5tcWDRS/wenmP3o8kXcez8qL8JH+R+eFIwLabvmu4tOl38awLI2nYDl5f3zoMU949TRBZJKjJvUAQFiS0zFvk+VQnEsRB1L3e/g0N+9QvfQ21YOaxCNB8igJIBGxHi55epoTTMbAygbz6FvnWpw1wcxOltpIHn5U4GYC21I3bn9mo3LuplEXSonoDBBJDuw22elnDLPEjN4O1Z+B86gke1XstD/CbKcybs0xaVRYv6HahxnBY8rWtFvm9QhDh9cwF93uGppwcqhmYspjdizE2YsbXFIy84lMKmDI8hb+6DEFuc2a/o1N7Q4U4S1YZIdJlrWeD47UsBwZNnnrP2pbCMVT7D5tQlTsPf26fvTEAMTy1nUUOGHhtz5SfOlQNGDBVcO1xdiRF2jb7UvL53k6XqU4RfwB8C370GakBgizG0F9X6Wag/CNN4XBzYiEgtmUA7Wcs7PS/xzsPKmH//2Q==" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengenal teori evolusi sebatas kontroversi          evolusi manusia dari kera yang banyak ditentang kaum          agamawan. Evolusi sebenarnya adalah suatu proses alami dalam          waktu sangat panjang yang dipengaruhi banyak faktor          lingkungannya. Berdasarkan bukti-bukti ilmiah, evolusi di          alam benar adanya. Tidak terbatas pada evolusi hewan, tetapi          juga pada seluruh alam. Ayat-ayat Al- Qur'an yang menyatakan          bahwa alam semesta dan isinya diciptakan dalam enam masa          menunjukkan adanya proses kejadian yang tidak sekaligus          jadi.&lt;br /&gt;Masalahnya, benarkah manusia berasal dari kera?          Berdasarkan Al-Quran, kita harus menyatakan bahwa manusia          bukan hasil evolusi hewan melainkan diciptakan secara          khusus. Tulisan ini mencoba memadukan dalil Al-Quran dengan          temuan ilmiah tentang evolusi di alam dan sedikit tentang          eksistensi manusia. &lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Evolusi Alam Semesta&lt;/h3&gt;Alam diciptakan Allah dalam enam masa (Q.S. 41:9-12), dua          masa untuk menciptakan langit sejak berbentuk dukhan          (campuran debu dan gas), dua masa untuk menciptakan bumi,          dan dua masa (empat masa sejak penciptaan bumi) untuk          memberkahi bumi dan menentukan makanan bagi penghuninya.          Ukuran lamanya masa ("hari", ayyam) tidak dirinci di dalam          Al-Qur'an. &lt;br /&gt;Belum ada penafsiran pasti tentang enam masa itu. Namun,          bedasarkan kronologi evolusi alam semesta dengan dipandu          isyarat di dalam Al-Qur-an (Q.S. 41:9-12 dan Q.S. 79:27-32)          saya menafsirkan enam masa itu adalah enam tahapan proses          sejak penciptaan alam sampai hadirnya manusia. Lamanya tiap          masa tidak merupakan fokus perhatian. &lt;br /&gt;Masa pertama dimulai dengan ledakan besar (big bang)          (Q.S. 21:30, langit dan bumi asalnya bersatu) sekitar 12 -          20 milyar tahun lalu. Inilah awal terciptanya materi,          energi, dan waktu. "Ledakan" itu pada hakikatnya adalah          pengembangan ruang yang dalam Al-Quran disebutkan bahwa          Allah kuasa meluaskan langit (Q.S. 51:47). Materi yang          mula-mula terbentuk adalah hidrogen yang menjadi bahan dasar          bintang-bintang generasi pertama. Hasil fusi nuklir antara          inti-inti Hidrogen menghasilkan unsur-unsur yang lebih          berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi.&lt;br /&gt;Masa yang ke dua adalah pembentukan bintang-bintang yang          terus berlangsung. Dalam bahasa Al-Quran disebut          penyempurnaan langit. Dukhan (debu-debu dan gas          antarbintang, Q. S. 41:11) pada proses pembentukan bintang          akan menggumpal memadat. Bila intinya telah cukup panasnya          untuk memantik reaksi fusi nuklir, maka mulailah bintang          bersinar. Kelak bila bintang mati dengan ledakan supernova,          unsur-unsur berat hasil fusi nuklir akan dilepaskan.          Selanjutnya unsur-unsur berat yang terdapat sebagai materi          antarbintang bersama dengan hidrogen akan menjadi bahan          pembentuk bintang-bintang generasi berikutnya, termasuk          planet-planetnya. Di dalam Al-Qur'an penciptaan langit          kadang disebut sebelum penciptaan bumi dan kadang disebut          sesudahnya karena prosesnya memang berlanjut.&lt;br /&gt;Itulah dua masa penciptaan langit. Dalam bahasa          Al-Qura'an, big bang dan pengembangan alam yang menjadikan          galaksi-galaksi tampak makin berjauhan (makin "tinggi"          menurut pengamat di bumi) serta proses pembentukan          bintang-bintang baru disebutkan sebagai "Dia meninggikan          bangunannya (langit) lalu menyempurnakannya" (Q.S.          79:28)&lt;br /&gt;Masa ke tiga dan ke empat dalam penciptaan alam semesta          adalah proses penciptaan tata surya termasuk bumi. Proses          pembentukan matahari sekitar 4,6 milyar tahun lalu dan mulai          dipancarkannya cahaya dan angin matahari itulah masa ke tiga          penciptaan alam semesta. Proto-bumi ('bayi' bumi) yang telah          terbentuk terus berotasi yang menghasilkan fenomena siang          dan malam di bumi. Itulah yang diungkapkan dengan indah pada          ayat lanjutan pada Q.S. 79:29, "dan Dia menjadikan malamnya          gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.&lt;br /&gt;Masa pemadatan kulit bumi agar layak bagi hunian makhluk          hidup adalah masa ke empat. Bumi yang terbentuk dari          debu-debu antarbintang yang dingin mulai menghangat dengan          pemanasan sinar matahari dan pemanasan dari dalam          (endogenik) dari peluruhan unsur- unsur radioaktif di bawah          kulit bumi. Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawah          kulit bumi menjadi lebur, antara lain muncul sebagai lava          dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan          granit yang menjadi batuan utama di daratan merupakan hasil          pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumi yang          menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang nampaknya          dimaksudkan "penghamparan bumi" pada Q.S. 79:30, "Dan bumi          sesudah itu (sesudah penciptaan langit)          dihamparkan-Nya."&lt;br /&gt;Menurut analisis astronomis, pada masa awal umur tata          surya gumpalan-gumpalan sisa pembentukan tata surya yang          tidak menjadi planet masih sangat banyak bertebaran. Salah          satu gumpalan raksasa, 1/9 massa bumi, menabrak bumi          menyebabkan lontaran materi yang kini menjadi bulan. Akibat          tabrakan itu sumbu rotasi bumi menjadi miring 23,5 derajat          dan atmosfer bumi lenyap. Atmosfer yang ada kini sebagian          dihasilkan oleh proses-proses di bumi sendiri, sebagian          lainnya berasal dari pecahan komet atau asteroid yang          menumbuk bumi. Komet yang komposisi terbesarnya adalah es          air (20% massanya) diduga kuat merupakan sumber air bagi          bumi karena rasio Deutorium/Hidrogen (D/H) di komet hampir          sama dengan rasio D/H pada air di bumi, sekitar 0.0002.          Hadirnya air dan atmosfer di bumi sebagai prasyarat          kehidupan merupakan masa ke lima proses penciptaan alam.&lt;br /&gt;Pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca di bumi:          awan dan halilintar. Melimpahnya air laut dan kondisi          atmosfer purba yang kaya gas metan (CH4) dan amonia (NH3)          serta sama sekali tidak mengandung oksigen bebas dengan          bantuan energi listrik dari halilintar diduga menjadi awal          kelahiran senyawa organik. Senyawa organik yang mengikuti          aliran air akhirnya tertumpuk di laut. Kehidupan          diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5          milyar tahun lalu berdasarkan fosil tertua yang pernah          ditemukan. Di dalam Al-Qur'an Q.S. 21:30 memang disebutkan          semua makhluk hidup berasal dari air.&lt;br /&gt;Lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk          bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan merupakan masa ke enam          dalam proses penciptaan alam. Hadirnya tumbuhan dan proses          fotosintesis sekitar 2 milyar tahun lalu menyebabkan          atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ke          enam itu pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran          lempeng tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi          terus berlanjut. &lt;br /&gt;Tersedianya air, oksigen, tumbuhan, dan kelak hewan-hewan          pada masa ke lima dan ke enam itulah yang agaknya          dimaksudkan Allah memberkahi bumi dan menyediakan makanan          bagi penghuninya (Q.S. 41:10). Di dalam Q.S. 79:31-33 hal          ini diungkapkan sebagai penutup kronologis enam masa          penciptaan, "Ia memancarkan dari padanya mata airnya, dan          (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya. Dan gunung-gunung          dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk          kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu". &lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Evolusi Kehidupan&lt;/h3&gt;Pemikiran tentang adanya evolusi kehidupan didasarkan          pada temuan adanya kemiripan antarspesies makhluk hidup.          Perbedaan yang sifatnya gradual sangat mungkin disebabkan          oleh seleksi alam. Alasannya, hanya keturunan yang mampu          beradaptasi dengan lingkungannya yang akan mampu bertahan.          Walaupun demikian, generasi yang telah beradaptasi dengan          segala perubahan fisiknya tetap membawa sifat-sifat pokok          dari induknya.&lt;br /&gt;Walaupun diakui masih banyak hal yang sifatnya          spekulatif, telah disusun suatu silsilah evolusi yang          berawal dari sejenis bakteri yang bersel satu yang hidup          sekitar 3,5 milyar tahun lalu. Dari jenis bakteri lahir          generasi ganggang yang masih hidup di air. Ganggang hijau          sekitar 1 - 2 milyar tahun lalu melahirkan generasi tumbuhan          darat. Dari jalur ganggang hijau, sekitar 630 juta tahun          lalu, juga lahir generasi hewan tak bertulang belakang.&lt;br /&gt;Pada jalur yang sama dengan kelahiran Echinodermata (a.l.          bintang laut) muncul generasi ikan sekitar 500 juta tahun          lalu. Jenis ikan osteolepiform yang siripnya mempunyai          tulang pada sekitar 400 juta tahun kemudian melahirkan          generasi hewan berkaki empat, amfibi dan reptil, termasuk          dinosaurus. Kelak dari keluarga dinosaurus pada masa          Jurassic (208 - 144 juta tahun lalu) lahir generasi          burung.&lt;br /&gt;Jenis reptil mirip mamalia (Synapsida) melahirkan          generasi mamalia sekitar 200 juta tahun lalu. Salah satu          generasi mamalia adalah primata yang arti asalnya adalah          "peringkat pertama". Pada jalur primata, sekitar 34 juta          tahun lalu evolusi keluarga kera berekor berpisah dari          keluarga hominoid.&lt;br /&gt;Dalam keluarga hominoid terdapat gibon dan hominid yang          mencakup orangutan, gorila, dan simpanse. Hominid berpisah          dari gibon sekitar 17 juta tahun lalu. Dalam silsilah          evolusi hominid ini makhluk serupa manusia (hominini)          dikelompokan pada asal jalur yang sama dengan gorila dan          simpanse. Kesamaan genetik antara manusia dengan gorila dan          simpanse sangat besar, masing-masing 98,6 % dan 98,8 %,          sehingga diduga berasal dari satu jalur evolusi yang mulai          berpisah sekitar 5 juta tahun lalu.&lt;br /&gt;Penempatan manusia pada silsilah evolusi seperti itulah          yang memicu penolakan pada teori evolusi. Dengan menggunakan          dalil naqli dari ayat-ayat Al-Quran, sebenarnya masalah ini          mudah diselesaikan tanpa penolakan secara apriori teori yang          mencoba menelusur evolusi kehidupan. Menurut saya, teori          evolusi tidak bertentangan dengan akidah bila disertai          keyakinan bahwa proses itu terjadi menurut sunatullah, bukan          proses kebetulan yang meniadakan peran Allah sebagai Rabbul          alamin (pencipta dan pemelihara alam). &lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Eksistensi Manusia&lt;/h3&gt;Dalam keyakinan Islam, manusia diciptakan secara khusus          untuk menjadi khalifah di bumi (Q.S. 2:29). Proses          penciptaan Adam yang berbeda dengan makhluk lainnya          disebutkan di dalam Q.S. 3:59 (penciptaannya serupa Nabi Isa          dengan 'kun fayakun' - 'jadilah, maka jadilah') dan Q.S.          32:7-8 (Adam dari tanah, keturunannya dari nuthfah). Kedua          ayat itu menunjukkan bahwa Adam tidak diciptakan dari proses          biologis perkawinan makhluk lainnya.&lt;br /&gt;Menurut kajian paleoantropologis, setidaknya ada sembilan          jenis makhluk serupa manusia: Australopithecus (A.)          aferensis, A. africanus, Paranthropus (P.) aethiopicus, P.          robustus, P. boisei, Homo (H.) habilis kecil, H. habilis          besar, H. erektus, dan H. sapiens. Homo habilis mahir          menggunakan alat-alat batu. Homo erektus (manusia purba)          sudah mengenal api untuk penghangat dan memasak. Manusia          modern yang ada sekarang dikelompokkan sebagai Homo          sapiens.&lt;br /&gt;Ada beberapa hipotesis yang berusaha menjelaskan evolusi          mereka. Namun semuanya tidak ada kepastian dari jalur mana          lahirnya Homo erektus. Yang telah disepakati hanyalah Homo          sapiens berasal dari Homo erektus. Ada yang berpendapat Homo          habilis cenderung tidak bisa digolongkan sebagai Homo          ("manusia"), mungkin jenis paranthropus berotak besar.          Kemampuan berbicara Homo habilis belum sempurna. Alat-alat          batu yang dihasilkannya pun tidak menunjukkan eksperimen          kreatif.&lt;br /&gt;Kalau demikian, yang sudah meyakinkan secara ilmiah          sebagai manusia adalah sejak generasi Homo erektus. Ukuran          otak yang besar memberikan indikasi kemampuan berpikir yang          lebih kuat. Kemampuan berbicara dan berkomunikasi pun sudah          cukup maju. Interaksi sosial mulai tumbuh dan makin          kompleks. Kehadirannya berdampak pada berbagai spesies.          Binatang buas yang mengancam manusia mungkin termasuk yang          diburu demi keselamatan masyarakatnya. Punahnya kucing purba          yang buas yang terjadi pada masa Homo erektus diduga          berkaitan dengan ulah mereka, bukan karena faktor alam. &lt;br /&gt;Mungkinkah Homo erektus ini yang sudah tersebar dari          Afrika, Jawa, sampai China adalah anak cucu Adam yang sulit          ditelusur pada silsilah evolusi karena diciptakan Allah          secara khusus? Wallahu 'alam, walaupun kita bisa menduganya          ke arah itu. &lt;br /&gt;Yang jelas, anak cucu Adam pun berevolusi. Adanya          berbagai ras manusia dengan warna kulit, bentuk dan warna          rambut, serta postur tubuh yang berbeda-beda menunjukkan          adanya evolusi manusia. Adaptasi terhadap lingkungan tempat          tinggalnya yang berbeda-beda dalam jangka waktu sangat          panjang menghasilkan generasi yang beraneka ragam.&lt;br /&gt;Teori pertama menyatakan manusia purba yang telah          menyebar ke berbagai wilayah terus berevolusi menurunkan          generasi manusia modern. Tetapi menurut teori monogenesis,          dari penelusuran perbedaan genetik dan bukti arkeologi,          diduga manusia purba (homo erektus) yang sudah tersebar          sampai ke China, Jawa, dan Eropa punah. Semakin besar          kesamaan genetiknya, diduga berasal dari alur evolusi yang          sejalan. &lt;br /&gt;Manusia modern yang kini ada berasal dari sisa manusia          purba di Afrika sekitar 100.000 tahun lalu. Manusia di Asia          timur dan Pasifik mempunyai kesamaan genetik yang berarti          berasal dari alur evolusi yang sama. Secara genetik, sedikit          berbeda dengan "induknya" di Afrika dan generasi dari alur          yang menuju Eropa.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;dri &lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;T. Djamaluddin adalah peneliti bidang matahari             &amp;amp; lingkungan antariksa, Lapan, Bandung.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-5992198412894255240?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/5992198412894255240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=5992198412894255240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/5992198412894255240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/5992198412894255240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/08/evolusi-di-alam-dan-eksistensi-manusia.html' title='Evolusi di Alam dan Eksistensi Manusia'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-2768559524599316499</id><published>2010-04-11T09:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T09:07:18.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Seribu hati</title><content type='html'>Kepada engkau yg mmliki seribu hati&lt;br /&gt;hari in setiap muka tertunduk dalam haru&lt;br /&gt;mengenangmu dalam sunyi&lt;br /&gt;bisunya hari msih terasa di hati mereka&lt;br /&gt;ulur tanganmu masih hidup hngga kini untuk abadi&lt;br /&gt;tidak ada kata tdak jga kalimat yg mampu mewakili ktulusanmu selamanya dkenang untuk waktu yg panjang&lt;br /&gt;dan cahayamu ad di sini bersama mreka yg mminjam 1 hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mnyapamu dngan rindu yg sama &lt;br /&gt;kerinduan yg sering kali mlupakan betapa masih panjangnya perjalanan&lt;br /&gt;masih bnyaknya godaan&lt;br /&gt;adakah krinduan itu mngubah samudra hatimu menjadi setegak air dalam gelas yg mnghilangkan dahaga untuk waktu yg sekilas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bolehkah q pnjam sribu hatimu untuk q tawarkan kpada mreka yg tdk lagi mmlikinya&lt;br /&gt;agar tidak ad lagi crita tentang air mata&lt;br /&gt;rasa pilu yg mngiris &lt;br /&gt;sepi sunyi yg menikam&lt;br /&gt;terasing dan sendiri&lt;br /&gt;terbuang di antara blukar kata &lt;br /&gt;yg tak menolong sdkitpun untuk knyang&lt;br /&gt;ta mrubah apa'' selain berjubal&lt;br /&gt;mmenuhi kpala tanpa guna &lt;br /&gt;d mreka tetap saja &lt;br /&gt;sunyi&lt;br /&gt;sendiri&lt;br /&gt;memeluk lapar&lt;br /&gt;berteman bodoh &lt;br /&gt;untuk waktu yg lama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisakah q pinjam 1 hatimu &lt;br /&gt;setidaknya untuk peduli &lt;br /&gt;betapa ksedihan kita kadang tak bermuka&lt;br /&gt;di hadapan megah d mewahnya rasa&lt;br /&gt;sedih hati mreka saat mlihatmu &lt;br /&gt;ta pernah bosan ta pernah jenuh bermain kata bermain janji&lt;br /&gt;untuk 1 hal yg tak kou mengerti!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-2768559524599316499?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/2768559524599316499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=2768559524599316499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/2768559524599316499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/2768559524599316499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/04/seribu-hati.html' title='Seribu hati'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-3539418655999616234</id><published>2010-02-02T15:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T16:06:42.049-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>Hati</title><content type='html'>Semua tergantung pada hati,, pada dasarnya semua kbaikan d keburukan ad pd hati kita msing2 , , , tergantung gmn kt merawat hti in,, hati yg bersih adalah jiwa yg sehat dan kesadaran yg kuat . . . .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-3539418655999616234?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/3539418655999616234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=3539418655999616234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/3539418655999616234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/3539418655999616234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/02/hati.html' title='Hati'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-3961000151658482816</id><published>2010-01-01T02:28:00.000-08:00</published><updated>2010-08-25T16:58:54.878-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cara muslim'/><title type='text'>Jilbab Wanita Muslimah</title><content type='html'>Oleh: Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian kami terhadap ayat-ayat Al-Quran, As-Sunnah dan atsar-atsar Salaf dalam masalah yang penting ini, memberikan jawaban kepada kami bahwa jika seorang wanita keluar dari rumahnya, maka ia wajib menutup seluruh anggota badannya dan tidak menampakkan sedikitpun perhiasannya, kecuali wajah dan dua telapak tangannya, maka ia harus menggunakan pakaian (jilbab) yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MELIPUTI SELURUH BADAN SELAIN YANG DIKECUALIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat ini terdapat dalam firman Allah dalam surat An-Nuur : 31 berbunyi : "Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudar mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.&lt;br /&gt;Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah dalam surat Al-Ahzab : 59 berbunyi : "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : "Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata dalam Tafsirnya : "Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi, kecuali yang tidak mungkin disembunyikan." Ibnu Masud berkata : Misalnya selendang dan kain lainnya. "Maksudnya adalah kain kudung yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak mungkin disembunyikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi berkata : Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya dan berkata kepadanya : "Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini." Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Allah Pemberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BUKAN BERFUNGSI SEBAGAI PERHIASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berdasarkan firman Allah dalam surat An-Nuur ayat 31 berbunyi : "Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka." Secara umum kandungan ayat ini juga mencakup pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum laki-laki melirikkan pandangan kepadanya. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 33 : "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti oang-orang jahiliyah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan sabda Nabi : "Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah dan mendurhakai imamnya serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya." (Dikeluarkan Al-Hakim 1/119 dan disepakati Adz-Dzahabi; Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad; At-Thabrani dalam Al-Kabir; Al-Baihaqi dalam As-Syuaib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KAINNYA HARUS TEBAL (TIDAK TIPIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab yang namanya menutup itu tidak akan terwujud kecuali harus tebal. Jika tipis, maka hanya akan semakin memancing fitnah (godaan) dan berarti menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda : "Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk." Di dalam hadits lain terdapat tambahan : "Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian." (At-Thabrani dalam Al-Mujam As-Shaghir hal. 232; Hadits lain tersebut dikeluarkan oleh Muslim dari riwayat Abu Hurairah. Lihat Al-HAdits As-Shahihah no. 1326).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abdil Barr berkata : Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu&lt;br /&gt;tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang. (dikutip oleh As-Suyuthi dalam Tanwirul Hawalik III/103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsannya Umar bin Al-Khattab pernah memakai baju Qubthiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna putih) kemudian Umar berkata : Jangan kamu pakaikan baju ini untuk istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin, Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah dari arah depan maupun belakang, namun aku tidk melihatnya sebagai pakaian yang tipis ! Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis, namun ia mensifati (menggambarkan lekuk tubuh). (Riwayat Al-Baihaqi II/234-235; Muslim binAl-Bitthin dari Ani Shalih dari Umar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atsar di atas menunjukkan bahwa pakaian yang tipis atau yang mensifati dan menggambarkan lekuk-lekuk tubuh adalah dilarang. Yang tipis (transparan) itu lebih parah daripada yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal). Oleh&lt;br /&gt;karena itu Aisyah pernah berkata : "Yang namanya khimar adalah yang dapat menyembunyikan kulit dan rambut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. HARUS LONGGAR (TIDAK KETAT) SEHINGGA TIDAK DAPAT MENGGAMBARKAN SESUATU DARI TUBUHNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid pernah berkata : Rasulullah pernah memberiku baju Quthbiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku. Nabi bertanya kepadaku : "Mengapa kamu tidak mengenakan baju Quthbiyah ?" Aku menjawab : Aku pakaiakan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda : "Perintahkan ia agar mengenakan baju dalam di balik Quthbiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya." (Ad-Dhiya Al-Maqdisi dalam Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441; Ahmad dan Al-Baihaqi dengan sanad Hasan). Aisyah pernah berkata : Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya. (Ibnu Sad VIII/71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang senada juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat, maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya : Baju, khimar dan milhafah (mantel). (Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf II:26/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua juga menguatkan pendapat yang kami pegangi mengenai wajibnya menyatukan antara khimar dan jilbab bagi kaum wanita jika keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TIDAK DIBERI WEWANGIAN ATAU PARFUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata : Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina." (An-Nasai II/283; Abu Daud II/192; At-Tirmidzi IV/17; Ahmad IV/100, Ibnu Khuzaimah III/91; Ibnu Hibban 1474; Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah bahwasannya Nabi bersabda : "Jika salah seorang diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian." (Muslim dan Abu Awanah&lt;br /&gt;dalam kedua kitab Shahih-nya; Ash-Shabus Sunan dn lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda : "Siapapun wanita yang memakai bakhur (wewangian yang berasal dari pengasapan), maka janganlah ia menyertai kami dalam menunaikan shalat Isya yang akhir." (ibid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah : Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian menerpanya. Maka Abu Hurairah berkata : Wahai hamba Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda : "Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi." (Al-Baihaqi III/133; Al-Mundziri III/94).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata : Hadits tersebut menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki (Al-Munawi dalam Fidhul Qadhir dalam mensyarahkan hadits dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya (Al-Albany) katakan : Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu&lt;br /&gt;jauh lebih haram dan lebih besar dosanya. Al-Haitsami dalam kitab AZ-Zawajir II/37 menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dn berhias adalah termasuk perbuatan kabair (dosa besar) meskipun suaminya mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN LAKI-LAKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyrupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata : Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (Abu Daud II/182; Ibnu Majah I/588; Ahmad II/325; Al-Hakim IV/19 disepakati oleh Adz-Dzahabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amru yang berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda : "Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita." (Ahmad II/199-200; Abu Nuaim dalam Al-Hilyah III/321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas yang berkata : Nabi melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda : "Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan." Dalam lafadz lain : "Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria." (Al-Bukhari X/273-274; Abu Daud II/182,305; Ad-Darimy II/280-281; Ahmad no. 1982,2066,2123,2263,3391,3060,3151 dan 4358; At-Tirmidzi IV/16-17; Ibnu Majah V/189; At-Thayalisi no. 2679).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang&lt;br /&gt;bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu)." (An-Nasai !/357; Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi; Al-Baihaqi X/226 dan Ahmad II/182).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam haits-hadits ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bersifat umum, meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. TIDAK MENYERUPAI PAKAIAN WANITA-WANITA KAFIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya : Firman Allah surat Al-Hadid : 16, berbunyi : "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata dalam Al-Iqtidha hal. 43 : Firman Allah "Janganlah mereka seperti..." merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan. Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini (IV/310) berkata : Karena itu Allah melarang orang-orang beriman menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad) : "Raaina" tetapi katakanlah "Unzhurna" dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih." Ibnu Katsir I/148 berkata : Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan kata dengan tujuan mengejek. Jika mereka ingin mengatakan "Denagrlah kami" mereka mengatakan "Raaina" sebagai plesetan kata "ruunah" (artinya&lt;br /&gt;ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberi tahukan (dalm surat Al-Mujadalah : 22) bahwa tidak ada seorang mumin yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mumin, sedangkan tindakan&lt;br /&gt;menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. BUKAN PAKAIAN UNTUK MENCARI POPULARITAS (PAKAIAN KEBESARAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata : Rasulullah bersabda : "Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya&lt;br /&gt;dengan api neraka." (Abu Daud II/172; Ibnu Majah II/278-279).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Libas Syuhrah adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakain tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya,&lt;br /&gt;maupun pakaian yang bernilai rendah, yang dipakai oleh seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riya (Asy-Syaukani dalam Nailul Authar II/94). Ibnul Atsir berkata : "Syuhrah artinya terlihatnya sesuatu.&lt;br /&gt;Maksud dari Libas Syuhrah adalah pakaiannya terkenal di kalangan orang-orang yang mengangkat pandangannya mereka kepadanya. Ia berbangga terhadap orang lain dengan sikap angkuh dan sombong."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah :&lt;br /&gt;Hendaklah menutup seluruh badannya, kecuali wajah dan dua telapak dengan perincian sebagaimana yang telah dikemukakan, jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Kitab Jilbab Al-Marah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunnah (Syaikh Al-Albany)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;Ikut menyebarkan ajaranya,, wlaupun in copy paste,, wanita adalah calon pembimbing para  anak2nya kelak ,, karna seorang bayi dilahirkan suci tanpa noda dan cela, , , maka ibu / wanita sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental, sifat d kelakuan anak2nya atoupun generasi2 berikutnya . . . . . selamatkanlah wanita, , , , karna 1 wanita yang baik adalah 1 generasi baik berikutnya . . . . . itu akan menyelamatkan dunia dari kehancuran. &gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-3961000151658482816?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/3961000151658482816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=3961000151658482816' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/3961000151658482816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/3961000151658482816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/01/jilbab-wanita-muslimah.html' title='Jilbab Wanita Muslimah'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6002202950864160380.post-3946588048065867936</id><published>2010-01-01T02:14:00.000-08:00</published><updated>2010-08-25T17:22:14.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan'/><title type='text'>ungkapan tentang jilbab</title><content type='html'>ketika wanita itu telah menutup aurat atau kecantikan,keindahan alias kelebihan yang ada pada dirix yang tidak dimiliki oleh lawan jenisnx sungguh ia telah menutup pintu saetan, Fitnah, Gibah,dan sungguh dia telah menyelamatkan kehancuran dunia ini sebagai mana ungkapan :jika wanita itu baik(memakai jilbab) maka baiklah negara ini namun jika wanita itu jelek (tdk memakai jilbab) maka hancurlah negara ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6002202950864160380-3946588048065867936?l=budiprakosa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://budiprakosa.blogspot.com/feeds/3946588048065867936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6002202950864160380&amp;postID=3946588048065867936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/3946588048065867936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6002202950864160380/posts/default/3946588048065867936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://budiprakosa.blogspot.com/2010/01/ungkapan-tentang-jilbab.html' title='ungkapan tentang jilbab'/><author><name>Budi prakosa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17928739625436600263</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_a5_8EDgJGHA/TI0UWWa4zKI/AAAAAAAAACQ/XSrTN6JNK-E/S220/15072010309.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
